Kamis, 24 Aug 2017
Hukum & Kriminal

Istri Nurhadi Batal Bersaksi di Sidang Panitera PN Jakpus

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung,  Nurhadi Abdurrahman batal memberikan kesaksian dalam sidang Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. 

Tin sedianya menjadi saksi dalam kasus suap penanganan perkara Lippo Group di PN Pusat.

"Ini ada surat dari Tin Zuraida, surat kepada majelis hakim yang menerangkan belum bisa memenuhi pemanggilan karena lagi di luar kota. Tembusan Tito Jaelani dan tim penuntut umum KPK," kata Ketua Majelis Hakim KPK Sumpeno saat membacakan surat Tin Zuraida di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/10).

Sementara itu, Jaksa KPK Tito Jaelani mengaku belum menerima surat tersebut.

Nama Nurhadi memang disebut dalam dakwaan Edy Nasution terkait pengurusan perkara Lippo Group. Nurhadi disebut meminta uang sebesar Rp 3 miliar kepada Presiden Direktur Lippo Group, Eddy Sindoro untuk keperluan turnamen tenis.

Terkait dugaan keterlibatan Nurhadi itu, KPK juga pernah memeriksa Tin Zuraida sebagai saksi. Tin bahkan diduga berperan menyembunyikan sejumlah dokumen milik Nurhadi terkait dengan perkara-perkara Lippo Group.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa Edy Nasution menerima uang Rp 1,5 miliar dalam bentuk pecahan Dollar Singapura, Rp 100 juta, USD 50 ribu, dan Rp 50 juta. Uang tersebut diberikan melalui perantara Doddy Ariyanto Supeno.

Jaksa menduga uang tersebut diberikan agar Edy membantu pengurusan tiga perkara milik Lippo Group di PN Jakpus. (Put/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia