Jumat, 21 Jul 2017
Bola

Barcelona vs Manchester City Panggung Nostalgia Dua Sahabat Lama

Rabu, 19 Oct 2016 13:11 | editor : Irawan Dwi Ismunanto

Luis Enrique memuji teman sekaligus calon lawannya, Josep Guardiola.

Luis Enrique memuji teman sekaligus calon lawannya, Josep Guardiola. (AFP)

JawaPos.com - Duel sahabat lama akan tersaji pada matchday ketiga Liga Champions antara Barcelona dan Manchester City, Kamis (20/10) dini hari WIB. Keduanya adalah Luis Enrique yang kini melatih Barcelona, dan manajer anyar Man City, Josep Guardiola.

Guardiola sendiri bukan sosok asing bagi Enrique. Semasa bermain bersama Barcelona, keduanya pernah saling bahu-membahu. Namun, Pep lebih dahulu merintis karier elok kepelatihan ketimbang Enrique.

"Saya cukup beruntung pernah berbagi ruang ganti dengan Pep sebagai pemain. Suatu kehormatan untuk melakukan hal yang sama seperti manajer di level atas," bilang Enrique.

Jelang pertemuan, Enrique juga memberi pujian setinggi langit kepada Guardiola. Enrique percaya, sang rival akan tercatat sebagai salah satu pelatih terhebat dalam sejarah sepak bola.

Guardiola memang pernah menikmati periode sangat sukses saat bertugas di Barcelona antara 2008 dan 2012. Dia yang sukses memopolerkan taktik tiki-taka yang identik dengan kesuksesan El Barca.

Setelahnya, pria yang akrab disapa Pep itu membimbing Bayer Muenchen meraup tiga gelar Bundesliga berturut-turut antara 2013 dan 2016. Sampai akhirnya pada musim panas lalu, dia memilih hijrah ke Man City untuk mencari tantangan baru di Inggris.

"Saya menganggapnya sebagai kebiasaan untuk menghargai teman-teman lebih dari sekadar musuh. Pep adalah teman baik. Sangat mudah untuk menghargai dia. Saya pikir dia adalah pelatih terbaik," kata Enrique seperti dilansir Soccerway.

"Ketika dia mengambil kesempatan menangani Barcelona, tim berubah 180 derajat. Dia menjadkan Barca tim yang sangat dikenali dengan dan tanpa bola. Barca era Pep adalah tim yang spektakuler selama empat tahun," imbuhnya.

Dengan kualitas dan sederet prestasi emas yang pernah diraih, Guardiola dipercaya akan tercatat dengan tinta emas dalam buku sejarah sepak bola sebagai salah satu pelatih tersukses di muka bumi.

"Saya belum melihat sesi latihannya, tapi saya telah melihat filosofi dan ide-idenya. Menciptakan dasar segala sesuatu kepada bagaimana serangan Anda menjadi sangat menarik bagi para pencinta sepak bola. Saya yakin dia akan menjadi salah satu pelatih yang paling penting dalam era sepak bola modern," urainya.

Dia menambahkan: "Kami adalah pelatih dengan orientasi menyerang. Saya tidak bisa membayangkan permainan yang lebih baik untuk setiap penggemar sepak bola, bukan hanya untuk fans Barca atau Man City. Tapi, bukan pelatih yang menampilkan permainan, pemain yang memutuskan hasilnya." (ira/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia