Sabtu, 25 Mar 2017
Bundesliga

Ketika Kemarahan Ancelotti Tak Lagi Terbendung

Rabu, 19 Oct 2016 11:57

Carlo Ancelotti sempat meluapkan kekesalanya kepada tim.

Carlo Ancelotti sempat meluapkan kekesalanya kepada tim. (CHRISTOF STACHE/AFP)

JawaPos.com - Carlo Ancelotti pernah bilang dirinya memang tak terbiasa marah atau berbicara dengan nada tinggi. Akan tetapi, retetan hasil negatif Bayern Muenchen yang berujung hasil imbang kala melawan Eintracht Frankfurt telah membuat kemarahan Ancelotti terpanggil.

Bagaimana tidak, Bayern menjalani rentetan hasil minor saat kalah dari Atletico Madrid di Liga Champions, dan dua kali imbang dengan FC Koeln dan Frankfurt di Bundesliga 1. 

Tiga hasil itu membuat wajah Ancelotti berubah masam. Nada bicara yang biasanya pelan, mendadak menjadi lebih tinggi. Pertanda allenatore asal Italia itu sedang dalam tensi tinggi.

"Ancelotti adalah pria yang baik, tapi dia bisa marah juga. Dia tak senang dengan permainan kami lawan Frankfurt dan dia terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya," urai bek Bayern, Mats Hummels, seperti dilansir Soccerway.

"Nada bicaranya meninggi pada saat turun minum. Harus diakui, kami layak dimarahi waktu itu," lanjut Hummels.

Bayern akan menjamu PSV Eindhoven pada matchday tiga Liga Champions, Kamis (20/10) dini hari WIB. Hummels berharap Bayern bisa kembali ke jalur kemenangan di laga tersebut.

"Kami ingin membalikkan keadaan. Kami sudah merespons dengan baik di sesi latihan, kami sudah mendiskusikan taktik, dan juga kami sudah membicarakan sikap kami. Kami sadar, kami harus memperbaiki diri. Kami ingin sukses, tapi hal itu cuma bisa dicapai jika kami mengerahkan segenap kemampuan" kata Hummels.

"Kami merasakan tekanan, tapi itu pertandingan kandang dan kami adalah favorit. Jelas kami tidak puas dengan penampilan kami. Kami telah berbicara tentang hal itu dan kami sekarang ingin menunjukkan bahwa kami bisa lebih baik," ucapnya memungkasi. (ira/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia