Jumat, 21 Jul 2017
Ekonomi

Tas Rotan Diminati Turis Bali

Rabu, 19 Oct 2016 09:55 | editor : admin

DIMINATI: Perajin rotan asal Dukun, Ernawati (kiri), mengecek hasil produksinya.

DIMINATI: Perajin rotan asal Dukun, Ernawati (kiri), mengecek hasil produksinya. (Eko Hendri/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Persaingan pasar mendorong pelaku usaha lebih kreatif. Pelaku usaha kerajinan rotan pun mulai membidik pasar baru. Mereka mendekati turis luar negeri melalui Bali.

Suvenir berbahan rotan semakin diminati. Salah satu andalan pelaku usaha kerajinan rotan adalah tas. Jenis produk tersebut paling laris. Tas rotan lebih diminati daripada keranjang, pigura, dan guci.

’’Saya lebih banyak memproduksi tas,’’ kata Ernawati, perajin rotan asal Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Selasa (18/10).

’’Bali menjadi pasar baru. Kami rutin memasok produk ke kawasan wisata itu,’’ lanjutnya. Dia menuturkan, pengiriman barang ke Bali baru dilakukan tahun ini.

Dia mampu memasok minimal 20 tas sebulan. Harga per tas mencapai Rp 175–350 ribu. ’’Harganya bisa lebih tinggi, tergantung bentuk dan aksesorinya,’’ ucapnya.

Saat ini Kota Pudak menjadi salah satu basis kerajinan rotan. Minimal ada 200 pelaku usaha dari kerajinan tersebut. Kehidupan perajin kerap dibantu jasa perbankan dan lembaga perkreditan lainnya.

Jalinan kemitraan menjadi kunci pengusaha untuk bertahan dan bersaing di pasar. Perajin juga perlu bekerja sama dengan perusahaan berskala besar. Dengan begitu, produksi tidak mandek.

Dekranasda Gresik mencatat, total ada 810 perajin. Mayoritas perajin masih berada di kategori menengah. Setiap tahun lahir minimal delapan perajin baru. (hen/c18/ai/sep/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia