Minggu, 26 Mar 2017
Bola

Buffon: Belum Waktunya Gelar Upacara Pemakaman Saya

Rabu, 19 Oct 2016 06:06

Gianluigi Buffon menjawab kritik dengan performa gemilang.

Gianluigi Buffon menjawab kritik dengan performa gemilang. (PHILIPPE DESMAZES/AFP)

JawaPos.com - Dalam beberapa laga terakhir, Gianluigi Buffon dihujani kritik akibat sering melakukan blunder, baik bersama Juventus atau Timnas Italia. Namun, Buffon membuktikan bahwa momen upacara pemakaman untuk dirinya belum tiba.

Dia lantas menjawab kritik dengan performa brilian saat Juventus menang 1-0 di kandang Olympique Lyonais, Rabu (19/10) dini hari WIB.

Bertandang ke Parc Olympique Lyon, Juventus yang tampil dengan 10 orang akibat kartu kuning kedua Mario Lemina, mampu menang 1-0 berkat gol tunggal Juan Cuadrado. Meski begitu, Buffon-lah yang berhak menyandang status pemain terbaik pada laga tersebut.

Kapten Juventus itu tak cuma menahan tendangan penalti Alexandre Lacazette pada babak pertama, pun menepis beberapa peluang emas Lyon, termasuk tembakan Nabil Fekir yang dibloknya dengan gemilang.

"Orang-orang boleh mengatur upacara pemakaman saya, tapi ada tidak ada orang di sana," kata Buffon kepada Mediaset Premium.

"Saya telah mengatakan berulang kali, tanpa arogansi, bahwa saya sangat kritis terhadap diri sendiri dan tidak perlu mendengarkan orang lain yang mencoba menggunakan situasi untuk tidak menghormati dan menunjukkan sikap kurang respek," imbunya.

Dari sekian banyak kritik yang menghujaninya, hanya satu yang didengarkan oleh Buffon.

"Saya sudah mendengar banyak hal-hal bodoh dalam beberapa pekan terakhir, tapi hanya satu komentar yang benar: 'Saya mengharapkan lebih dari Buffon.' Itu benar, dan saya setuju dengan itu sepenuh hati," urainya.

Penjaga gawang yang baru saja meraih penghargaan Golden Foot award 2016 itu juga meminta Juventus segerea membenahi penampilan jika ingin lolos dan mengejar peluang juara Liga Champions.

"Juventus harus berkembang karena ini tak cukup untuk membawa kami melaju. Kami tampak lebih kompak dan lebih menjdi sebuah tim setelah bermain 10 orang. Kami berhasil mengatasi derita di bawah tekanan, tapi juga tidak hanya senang dengan poin, dan itu menunjukkan semangat kami," bilangnya.

"Kami memiliki kesempatan untuk melakukan lebih baik dan itu akan menjadi hal yang memalukan jika kita tidak menggunakan waktu yang merebut tiket ke babak berikutnya pada Maret dan untuk meningkatkan level kami," pungkasnya. (ira/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia