Rabu, 25 Jan 2017
Ekonomi

Presiden Minta Jalan Tol Trans Jawa Tuntas 2019

Minggu, 16 Oct 2016 08:04

Presiden Joko Widodo meninjau proyek tol Solo - Kertosono di di Desa Waru,  Karanganyar

Presiden Joko Widodo meninjau proyek tol Solo - Kertosono di di Desa Waru, Karanganyar (Indopos/JPG)

JawaPos.com KARANGANYAR – Rencana besar pemerintah membangun jalan tol trans Jawa dipantau langsung perkembangannya oleh kepala negara.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melihat langsung perkembangan pembangunan Jalan Tol Solo Kertosono (Soker) di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu  (15/10). 

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi  berharap jalan trans Jawa dapat diselesaikan 2019 mendatang. Presiden  berjanji akan mengakomodasi keinginan masyarakat terkait akses jalan pintas underpass maupun over pass.

Tiba di proyek Tol Soker Desa Waru, Kebakkramat pukul 14.00 WIB, Jokowi melihat dari dekat proses pembangunan tol. 

Di tengah terik matahari, Jokowi menyusuri tol yang sudah setengah jadi sepanjang sekitar 300 meter di lokasi itu. Proyek tol tersebut dikerjakan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ).

Jokowi menjelaskan, progres pembangunan Tol Semarang-Kertosono cukup baik. Tol tersebut terbagi menjadi tiga bagian. Pertama Tol Semarang–Solo yang ditargetkan diselesaikan Mei 2018, kemudian Tol Solo–Ngawi diselesaikan Oktober 2017, dan Tol Ngawi–Kertosono diselesaikan 2018.

”Progresnya akan kita ikuti terus. Diharapkan tol dari Jawa Barat sampai Jawa Timur di Pulau Jawa selesai 2019. Panjangnya sekitar 1.200 kilometer,” kata  Jokowi seperti dikutip Indopos, Minggu (16/10).

Presiden meminta kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan pekerjaan pembangunan tol tersebut. Termasuk pembebasan lahan masyarakat, dan pembangunan akses masyarakat. 

”Soal akses masyarakat baik underpass maupun overpass akan kita akomodir. Saya juga sudah dengar (persoalan,Red) dari masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, kepentingan masyarakat terkait akses jalan yang dilintasi tol harus diperhatikan. 

”Dihitung teknisnya lagi, karena kalau sejak awal di bawah akan lebih gampang. Biaya (underpass dan overpass,Red) juga hampir sama. Dari segi estetika lebih bagus di bawah. Kira-kira yang dibutuhkan dan sering dilalui masyarakat akan kita akomodir,” tegasnya.
(adi/din/edy/nas/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia