Rabu, 22 Feb 2017
Bisnis

PLTGU Jawa 1 Siap Dibangun, PLN Tak Mau Tergesa-gesa Tentukan Pemenang Tender

Sabtu, 15 Oct 2016 16:01

Ilustrasi

Ilustrasi (dok.Jawapos.com)

JawaPos.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak mau gegabah dalam proses penentuan peringkat pertama tender proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 berkapasitas 1.600 megawatt (MW).

Hal itu diungkapkan oleh Senior Manajer Humas PLN Agung Murdifi. Dia mengatakan, hingga saat ini proses yang baru diselesaikan adalah evaluasi teknis dan administrasi tender PLTGU Jawa 1.

"Termasuk evaluasi harga," kata Agung di Jakarta Sabtu (15/10).

Agung menambahkan, tim evaluator benar-benar telah menganalisa dan memeriksa semua dokumen penawaran. Pasalnya, proyek ini dikatakannya, memiliki risiko kegagalan yang tinggi bila peserta tidak mengikuti syarat pengadaan. 

PLN, sambung Agung, juga meninjau pada aspek efisiensi tender.

"Konsorsium pemenang pastinya sudah sesuai dengan ketentuan serta merupakan pengembang yang benar, berkompeten dan tentu saja memiliki kemampuan keuangan yang baik," tukasnya.

Proyek PLTGU Jawa 1 yang rencananya dibangun dengan kapasitas 1600 MW itu diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai US$ 2 miliar atau setara Rp 26 triliun.

Untuk lokasinya direncanakan akan dibangun di Muara Tawar. Namun, letak lokasi itu menurutnya, akan memerlukan reklamasi guna memenuhi tersedianya lahan.

Proyek pembangunan PLTU Jawa 1 ini diikuti oleh konsorsium antara lain, PJB-PT Rukun Raharja-Mitsubishi Coorp, PT Medco Energy-Nebras, Pertamina-Marubeni Coorporation-Sojitz Coorp dan PT Adaro Energy-Sembawang Coorporation.

Sebelumnya, Pengamat Energi Fabby Tumiwa pernah mengatakan, walaupun Pertamina mempunyai penawaran harga lebih rendah namun belum memiliki pengalaman menggarap proyek seperti PLTGU.

"Pertamina sendiri belum mempunyai pengalaman pengerjaan proyek PLTGU. Yang berpengalaman itu rekan sekonsorsiumnya," ujar Fabby.

Fabby menganggap, konsorsium seperti PJB-PT Rukun Raharja-Mitsubishi Coorp maupun PT Medco Energy-Nebras lebih memiliki kesiapan pengalaman pengerjaan PLTGU. 

Walaupun harga penawarannya tinggi dibandingkan konsorsium Pertamina. (uya/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia