Jawa Pos Logo

Tingkatkan Kualitas Kerajinan Daerah, Kepala Bekraf Kirim Desainer Profesional

JawaPos.com Banyuwangi – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengunjungi Banyuwangi, Sabtu (8/10). Dalam kunjungan kerjanya ke kabupaten berjuluk "The Sunrise of Java" ini, Triawan mengunjungi sejumlah lokasi industri kreatif.

Tujuan pertama adalah sentra pembuatan kerajinan bambu yang ada di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi. Di industri ini, Triawan berdialog dengan para pengrajin bambu, mulai dari bahan, proses pembuatan hingga penjualan.

Salah satu yang dikunjungi adalah Winda Handycraft milik Widodo. Widodo yang memulai usahanya sejak 1991 ini mengatakan, produknya tak hanya untuk lokal Banyuwangi, namun sudah merambah pasar ekspor. Widodo memiliki beragam produk kerajinan bambu yang cantik dan menarik. Mulai dari peralatan rumah tangga, seperti tudung nasi, piring bambu, tempat kue, hingga furniture dari bambu.

Selain ke pengrajin bambu, Triawan juga mengunjungi Kejaya Handycraf, yang ada di Desa Kedayunan, Kabat. Kejaya handycraf adalah salah satu industri kerajinan Banyuwangi yang rutin mengekspor beragam produk furnitur ke beberapa negara. Seperti Amerika Serikat, Hawai, Jamaika, dan Jepang. Selain pasar luar negeri, juga biasa memasok sejumlah art shop dalam negeri yang bertebaran di Bali, Surabaya, dan Jakarta.

Dari hasil kunjungan tersebut, Triawan mengungkapkan akan membantu meningkatkan kualitas desain para pengrajin di Banyuwangi. “Karena, seringkali masalah desain pengrajin di daerah adalah susah bikin barang yang baru lagi. Ini tidak salah, karena mereka terkungkung dengan rutinitasnya, sehingga produknya itu-itu saja,” ujar Triawan.

Bekraf akan membawa desainer dari Jakarta untuk mempelajari kekuatan daerah. Mereka ditugaskan untuk meningkatkan kapasitas desain dari daerah tersebut. “Tapi tidak harus semua bidang kerajinan. Contohnya di Banyuwangi, kita pilih bambu atau batok kelapa. Para desainer profesional ini akan membantu Banyuwangi meningkatkan desain produknya,” katanya.

Selain itu, Bekraf juga akan mengajarkan tentang branding dan pemasaran produk. “Untuk kita tingkatkan brandingnya, desainnya sehingga menjadi suatu kebanggan yang lebih baik lagi untuk kesejahteraan masyarakt dengan nilai tambah yang lebih baik. Saya ingin added value sudah ada di Banyuwangi, dikemas di sini untuk diekspor atau dipasarkan di seluruh Indonesia,” ujar Triawan.(ido/JPG)


BERITA LAINNYA