Jawa Pos Logo

Terkendala Lahan, Pekerjaan Kereta Cepat Molor

JawaPos.com - Setelah sempat dilakukan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 21 Januari 2016, pelaksanaan pekerjaan proyek kereta cepat Jakarta Bandung molor. Hal itu disebabkan oleh pembebasan lahan, perizinan, dan pendanaan yang terkendala.

Direktur PT KCIC Dwi Windarto mengungkapkan, pihaknya sedang menyiapkan pengerjaan konstruksi besar di beberapa lokasi kerja, terutama di sekitar jalan bebas hambatan Jakarta-Cikampek.

Rute ini termasuk dalam terase KA cepat sepanjang 142,3 km yang membentang dari Halim (Jakarta Timur) hingga Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

”Beberapa lokasi kerja KA cepat dalam progres persiapan. Sebagaimana bisa dilihat adanya pemagaran pada beberapa ruas di jalan tol. Target pekerjaan besar dimulai pada Oktober atau November ini,” kata Windarto dalam siaran persnya yang dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Sabtu (7/10).

Sebagaimana diketahui, proyek kereta cepat ini dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan BUMN Indonesia dan BUMN Tiongkok. Proyek raksasa ini menelan biaya senilai USD 5,1 miliar

Perusahaan patungan itu menargetkan konstruksi besar prasarana kereta api (KA) cepat atau high speed railway (HSR) Jakarta-Bandung mulai dibangun pada Oktober-November ini.


BERITA LAINNYA