Senin, 24 Apr 2017
Ekonomi

Kawasan Industri Jadi Magnet Investasi, Fasilitas dan Akses Jadi Pertimbangan

Kamis, 06 Oct 2016 22:34

PROSPEK BAGUS: Kawasan industri terpadu Jawa Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar masih tahap pengerjaan. Kanan, grafis Kawasan Industri di Wilayah Gresik.

PROSPEK BAGUS: Kawasan industri terpadu Jawa Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Manyar masih tahap pengerjaan. Kanan, grafis Kawasan Industri di Wilayah Gresik. (Guslan Gumilang/Bagus/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Keberadaan kawasan industri menjadi modal bagi pemkab untuk meningkatkan jumlah investasi yang masuk Kota Pudak.

Baik berupa penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Saat ini tercatat ada enam kawasan yang menjadi sentra pertumbuhan sektor industri.

Luas dan keunggulannya berbeda-beda. Rata-rata kawasan itu memiliki luas di atas 100 hektare.

’’Di antara 21 izin proyek asing yang masuk tahun ini, 40 persen direncanakan masuk ke kawasan industri,’’ ungkap Kepala Bagian Perizinan dan Investasi BPMP Gresik Farida Haznah Ma’ruf, Rabu (5/10).

’’Sangat mungkin, jumlah tersebut bertambah,’’ lanjutnya. Para investor memasukkan dokumen dengan luas lahan yang beragam. Sebagian besar pemodal membangun industri di atas 2.000 meter persegi.

Farida menuturkan, ketertarikan investor tidak terlepas dari fasilitas yang ditawarkan pengelola kawasan. Jaringan listrik, keamanan, dan air cukup berpengaruh.

Akses ke jalur protokol juga menjadi pertimbangan yang penting. Selain itu, minat investor tidak terlepas dari kelengkapan kawasan industri. Kawasan tidak terbatas pada kegiatan industri.

Ada pula perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Misalnya, pergudangan. Keberadaan properti tersebut menambah ketertarikan investor untuk masuk.

’’Secara izin, investor bakal lebih mengalami kemudahan ketimbang di lahan industri umum. Sebab, kawasan itu diperuntukkan industri,’’ paparnya.

Dia menjelaskan, saat ini Pemkab Gresik kembali mengembangkan satu kawasan industri baru. Yakni, Kawasan Industri Sidayu (KIS). Prosesnya memasuki tahap perencanaan.

Sementara itu, ada satu kawasan yang saat ini menjadi primadona lantaran masih tahap kontruksi. Yakni, kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

Pusat bisnis milik AKR Land dan Pelindo III tersebut terus berkembang karena didukung pelabuhan internasional.

Yang berjalan adalah Maspion Industrial Estate (MIE), Kawasan Industri Gresik (KIG), Kawasan Industri Salt Lake Gresik, Kawasan Industri Agroindustri Gresik Utara.

Manajer Pemasaran Kawasan Industri Gresik (KIG) Hery Setiawan mengakui, antusiasme investor dalam membidik kawasan industri memang masih tinggi. Pihaknya sering dihubungi pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis. Termasuk menyewa gudang. ’’Padahal, lahannya sudah habis. Namun, masih banyak yang tanya,’’ tuturnya.

Menurut dia, kawasan industri tidak terlepas dari penyediaan fasilitas. Idealnya, kawasan harus mendukung perkembangan usaha dan penghematan biaya produksi. (hen/c16/ai/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia