Rabu, 29 Mar 2017
Bisnis

Bisnis PT DI Disorot, Ada Potensi Rugikan Negara Rp 8 Miliar?

Selasa, 04 Oct 2016 07:53

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi (dok.Jawapos.com)

JawaPos.com - Center For Budget Analysis (CBA) meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk  melakukan evaluasi dan merekomendasikan Direktur PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Agus Santoso untuk mengundurkan diri.

Alasan mengundurkan diri ini menurut CBA adalah agar aparat hukum leluasa menyelidiki tentang potensi kerugian negara di  PT DI sebesar Rp 8 miliar dari 24 kasus.

"Kalau aparat hukum tidak membuka penyelidikan atas banyak kasus, maka PT DI menuju arah kebangkrutan," kata Direktur CBA Uchok Sky Khadafi melalui keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos, kemarin (3/10).

Selain ada potensi kerugian negara miliaran Rupiah, Uchok juga memaparkan bahwa PT DI tanggungan denda yang harus dibayar.

Denda tersebut lantaran ada keterlambatan dalam pekerjaan pengadaan barang dan jasa untuk TNI AL seperti pada audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2015.

"Ditemukan denda keterlambatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa di TNI AL. Tetapi, denda yang dibayar oleh PT DI hanya sebesar Rp 3,3 miliar," katanya Uchok.

Kasus lainnya yakni pengadaan helikopter jenis Bell 412EF tahap II untuk TNI AL pada 2011 dengan nilai Rp 220 miliar oleh PT DI, dan telah dibayar 96 persen. Tetapi pekerjaan atau kemajuan fisik baru 20 persen.

"Uang negara mereka terima, tapi seperti malas-malasan menyelesaikan pekerjaan tersebut," ucapnya. (dod/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia