Senin, 29 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Ekonomi

Sambut Positif Kawasan Industri Sidoarjo, Sesuai Karakter Tenaga Kerja

Selasa, 04 Oct 2016 05:11 | editor : admin

Kewajiban PT Kawasan Industri Sidoarjo yang harus dipenuhi dalam tiga tahun:

Kewajiban PT Kawasan Industri Sidoarjo yang harus dipenuhi dalam tiga tahun: (Grafis: Andrew/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pengembangan kawasan industri di Jabon memasuki tahap awal. PT Kawasan Industri Sidoarjo (KIS) mulai menguruk 3,5 hektare lahan. Tujuannya, menarik investor.

KIS telah mengantongi izin mengembangkan kawasan industri dengan total lahan 298 hektare. Sejak 2009, Pemkab Sidoarjo menyediakan area 1.931,13 hektare untuk daerah industri terpadu.

Berdasar sumber yang dihimpun Jawa Pos, tahap awal pembangunan tersebut dilakukan di RT 5 RW 1 Dusun Bangunrejo, Desa Tambak Kalisogo, Jabon.

Kawasan tersebut berada di Jalan Tambak Kalisogo menuju kawasan bahari Tlocor. Tepatnya, sekitar 10 meter di selatan bibir Kali Porong.

Pemerataan tanah dan pemasangan fondasi dasar sedang dilakukan di kawasan tersebut. Sementara itu, kawasan Desa Kedungpandan yang juga terdampak pembangunan kawasan industri tampak belum digarap.

Kedungpandan dan Tambak Kalisogo merupakan dua desa yang nanti menjadi kawasan yang dikelola PT KIS.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Sidoarjo Achmad Zaini optimistis kawasan tersebut dapat menarik investor.

Sebab, hampir seluruh kawasan di Sidoarjo mulai berubah menjadi salah satu pusat industri di Indonesia. Hal itu dipengaruhi mudahnya akses dan letak Sidoarjo yang strategis.

Saat ini, ada perusahaan nasional hingga multinasional di hampir seluruh wilayah di Sidoarjo. Apalagi, dalam rencana tata ruang dan wilayah Sidoarjo 2016–2029, yang menjadi basis pengembangan kota adalah industri.

Hal itu juga sesuai dengan perencanaan provinsi yang menetapkan Sidoarjo menjadi salah satu pusat industri di Jatim.

Zaini menambahkan, Sidoarjo sudah seharusnya memiliki kawasan industri yang terpadu. Sebab, Sidoarjo mulai dilirik banyak investor asing. Khususnya Inggris dan Eropa.

Menurut dia, tenaga kerja Indonesia dan faktor alam menjadi daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan negara lain.

’’Tak hanya Jabon, kawasan lain di Sidoarjo mulai dilirik investor asing,’’ jelasnya. Orang yang punya hobi bermain bulu tangkis tersebut juga menegaskan, pembangunan itu akan berpihak kepada rakyat.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan best investment award dari pemprov Jatim yang dalam lima tahun terakhir diterima Sidoarjo.

Selain itu, KPK telah menunjuk Sidoarjo menjadi salah satu model percontohan tata kelola pemerintahan yang lengkap dengan layanan perizinan.

Dengan fakta itu, Zaini menyatakan, setiap pembangunan akan membawa banyak dampak positif bagi rakyat.

Dia juga memprediksi pendapatan daerah terus meningkat bila investor berdatangan. Apalagi, PT KIS diproyeksikan membawa angin segar bagi Sidoarjo.

Hal yang sama diungkapkan Kades Tambak Kalisogo Fajar Shodiq. Menurut dia, pembangunan kawasan industri tersebut akan berdampak terhadap kesejahteraan rakyat.

Karena itu, pihaknya bahagia ketika mendengar kawasan industri tersebut dibangun. ’’Banyak warga yang mengharap perekonomian menjadi lebih baik,’’ ucapnya.

Fajar juga menuturkan, mayoritas warganya bekerja sebagai buruh pabrik dan buruh tambak.

Dengan latar belakang seperti itu, pembangunan kawasan industri di desanya sangat sesuai. ’’Semoga pembangunannya prorakyat,’’ tuturnya. (jos/c5/dio/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia