Selasa, 24 Jan 2017
Properti

Hunian Vertikal, Jawaban Atasi Tingginya Urbanisasi Penduduk

Senin, 03 Oct 2016 20:16

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Tingginya tingkat urbanisasi masyarakat ke wilayah perkotaan mendorong  peningkatan kebutuhan rumah bagi masyarakat. 

Perlu terobosan  dalam penyediaan rumah layak huni yang bisa  menggerakkan kota menjadi hunian nyaman yang bisa memberikan peningkatan kualitas hidup bagi masyarakatnya.

“Tingginya urbanisasi berdampak pada semakin besarnya kebutuhan rumah diperkotaan," ujar Dirjen  Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR,  Syarif Burhanuddin pada Konferensi Pers Hari Habitat Dunia Tahun 2016 di  Jakarta, Senin (3/10).

Salah satu upaya pemerintah  mendorong perumahan yang layak di daerah perkotaan, imbuh Syarif, adalah dengan memaksimalkan pembangunan hunian ke arah vertikal.

Data BPS mencatat tingginya  urbanisasi sepanjang 2010  menyebabkan komposisi penduduk yang tinggal di perkotaan mencapai  49,8 persen. 

Angka itu naik menjadi 53,3 persen pada  2015 cukup tinggi yakni sekitar 53,3 persen. 

Syarif menjelaskan, program pembangunan satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah merupakan salah satu upaya mengantisipasi  peningkatan kebutuhan rumah  di perkotaan.

Meski demikian, pemerintah daerah sebagai pihak yang mengetahui secara pasti jumlah kebutuhan rumah masyarakatnya harus memberikan perhatian khusus untuk mengantisipasi timbulnya kawasan –kawasan kumuh akibat tidak tersedianya hunian yang layak.

“Urbanisasi per tahun diperkirakan meningkat sekitar 3,5 persen. Permintaan rumah semakin tinggi, sementara  lahan  semakin terbatas," ungkapnya.

Untuk itu, Syarif berharap  Pemda  lebih proaktif   mengantisipasi timbulnya  kawasan kumuh karena tidak tersedianya rumah yang layak bagi masyarakatnya.(nas/JPG)
 

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia