Selasa, 24 Jan 2017
Ekonomi

Investasi di Sektor Kimia dan Farmasi Diminati

Di Gresik Ada Tiga Proyek Asing dan Enam PMDN

Senin, 03 Oct 2016 16:04

Perkembangan Investasi Asing pada Sektor Kimia dan Farmasi

Perkembangan Investasi Asing pada Sektor Kimia dan Farmasi (Grafis: Andrew/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Investasi di sektor kimia dan farmasi masih diminati. Nilai investasi yang masuk setiap tahunnya cukup besar dan terbilang stabil.

Potensinya semakin kuat setelah berdiri kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

Berdasar catatan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Gresik, selama Januari–September tahun ini ada tiga izin baru proyek asing di sektor kimia dan farmasi.

Nilai investasinya mencapai USD 19,3 juta. Tidak mau kalah, penanam modal dalam negeri (PMDN) turut memasukkan dokumen enam proyek dengan nilai investasi Rp 8,2 triliun.

’’Berdasar survei, memang sektor kimia dan farmasi menjadi trending topic. Investasi di sektor tersebut paling stabil dan cukup besar. Peminatnya masih lumayan,’’ ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono, Senin (2/10).

Dia menuturkan, jumlah pabrik kimia dan farmasi di Gresik lumayan banyak. Lelaki asal Probolinggo itu menyatakan, kini sektor kimia dan farmasi menguasai 20 persen industri di Gresik.

Jumlah industri sedang-besar mencapai 402 perusahaan. ’’Infrastruktur mendukung pertumbuhan sektor obat-obatan dan bahan kimia,’’ katanya.

Adapun produk dari perusahaan kimia dan farmasi bermacam-macam. Sebagian besar industri menghasilkan produk berbentuk sabun (sabun mandi dan cuci).

Ada pula yang memproduksi parfum ruangan. Perusahaan farmasi yang membuat obat juga ada. Menurut Tri Andhi, aktivitas industri di sektor tersebut tidak sekadar memproduksi.

Ada pula yang melakukan pengemasan. Mereka mengepak produk dan memasarkannya ke luar wilayah melalui jalur pelabuhan.

General Affair PT Solvay Manyar Hendro Pitono mengakui, pertumbuhan sektor kimia dan farmasi di Kota Pudak memang cukup kuat.

Dia menilai jumlah investor memang terus bertambah. Wilayah utara menjadi sasaran utama. ’’Daerah pusatnya Manyar. Pembangunan kawasan industri turut mendorong sektor kimia dan farmasi,’’ ucapnya.

Dia menuturkan, kini banyak investor yang memburu lahan di JIIPE. Pertimbangannya keberadaan pelabuhan internasional di kawasan tersebut.

Selama ini pelabuhan memang menjadi jalur vital logistik barang di Gresik. (hen/c15/ai/sep/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia