Jawa Pos Logo

Produksi Melimpah, Perajin Batik Kesulitan Pasarkan Produk
BERITA TERKAIT

JawaPos.com – Para perajin batik banyak mengalami suka duka. Apalagi sejak keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dibuka, persaingan menjadi semakin berat.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah lesunya pasar batik. Padahal produksi batik terus melimpah setiap tahun tetapi sulitnya pasar membuat perajin ikut lesu.

“Kontribusi sumber daya sentra batik sudah ada. Ada pelatihan dimana-mana. Namun sejak ekonomi menurun agak lesu. Sejak 2 tahun terakhir,” kata Perajin Batik asal Pekalongan di Depok Town Square, Nova Kurniawan, Senin (3/10).

Nova menyebutkan penurunan penjualan mencapai 10-20 persen. Ia mendorong Badan Ekonomi Kreatif yang digawangi Triawan Munaf untuk lebih membuka pasar bagi para perajin batik.

“Kami kesulitan marketing. Pasar ada tetapi lesu, terutama bagi UMKM. Untuk ekspor harus diwadahi, harus ada pelatihan. Ini kritik kami kepada pemerintah agar kanal yang mampet bisa diatasi,” jelas pemilik gerai batik Seno Sampono ini.

Menurut Nova, Badan Ekonomi Kreatif dapat menumbuhkan motif-motif kontemporer para perajin batik. “Karena motif batik tak butuh pakem. Itu yang harus dilakukan adalah memunculkan ide-ide kreatif,” ungkapnya.


BERITA LAINNYA