Jawa Pos Logo

Kenaikan Cukai Rokok Masih Terlalu Rendah

JawaPos.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan kenaikan cukai rokok yang tertinggi sebesar 13,46 persen oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2017 dinilai masih terlalu rendah.

Menurutnya kenaikan ini tidak akan mampu menahan laju konsumsi pada masyarakat. Artinya, ungkap dia, cukai sebagai instrumen pengendali konsumsi rokok telah gagal karena persentasenya terlalu rendah.

Pasalnya, dalam hal ini pemerintah hanya memperhatikan aspek pertumbuhan ekonomi yang tidak mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Oleh karenanya, kenaikan cukai minimal harus dua kali lipatnya yakni 20 persen," ujar Tulus dalam keterangannya kepada Jawapos.com, Sabtu (1/9).

Kenaikan cukai ini imbuh dia, terlalu berpihak pada kepentingan industri rokok. Sebab untuk kenaikan tahun 2017 sudah diumumkan dari jauh-jauh hari. Dengan diumumkan saat ini para industri rokok bisa memproduksi sebanyak-banyaknya.

"Caranya menimbun selagi harga cukainya belum naik," katanya.


BERITA LAINNYA