Jawa Pos Logo

Antre Tax Amnesty Sejak Dini Hari, Harta yang Dideklarasikan Tembus Rp 2.700 Triliun

JawaPos.com - Jelang berakhirnya periode pertama program tax amnesty, antusiasme masyarakat semakin meningkat. Di sejumlah kantor pajak terlihat antrean para wajib pajak. Tingginya animo masyarakat itu akan dijadikan momentum reformasi sistem pajak nasional. 

Presiden Joko Widodo menyatakan, akan ada perbaikan undang-undang turunan tentang pajak yang lebih spesifik. Misalnya, Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan (PPh) serta UU Ketentuan dan Tata Cara Perpajakan .

Jokowi kemarin pagi (28/9) melihat langsung antusiasme masyarakat yang mengikuti program pengampunan pajak itu. Didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, dia datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Gambir, Jakarta Pusat, serta KPP Pratama Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Dia menyapa dan menanyai warga serta petugas berkaitan dengan tax amnesty.

Ada warga yang mengaku antre sejak dini hari. "Tadi ada yang antre dari jam 03.00, jam 04.00, jam 05.00. Sebuah kesadaran yang sangat baik yang harus kita gunakan," kata Jokowi sambil tersenyum. 

Menurut dia, momentum seperti itu harus dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan masyarakat. Momentum tersebut juga digunakan untuk mereformasi sistem perpajakan yang sudah ada. "Ini yang harus dikerjakan lebih detail. Harus dimulai sistem pelayanan, sistem administrasi, semuanya harus dimulai," ujarnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, jumlah harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp 2.700 triliun. Bahkan ditargetkan bisa sampai Rp 3 ribu triliun. "Bandingkan dengan tax amnesty di negara lain. Itu angka gede," tambahnya. 

Menanggapi keinginan warga yang minta perpanjangan periode pertama, Jokowi mengatakan, sudah ada perpanjangan sampai Desember untuk administrasi yang berkaitan dengan pemasukan surat pernyataan harta (SPH). Tapi, untuk termin pertama, tetap tidak ada perpanjangan waktu. "Hanya administrasi diperpanjang sampai Desember," kata Jokowi. (jun/c10/oki) 

 

BERITA LAINNYA