Rabu, 29 Mar 2017
Finance

Didorong Kenaikan Harga Minyak, Saham Komoditas Berpeluang Menguat

Kamis, 29 Sep 2016 08:00

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (29/9) diperkirakan banyak dipengaruhi 

rally pasar saham global tadi malam dan kenaikan harga minyak mentah.

"IHSG berpeluang melanjutkan rally dengan target resisten di 5470, sedangkan support di 5375. Saham-saham berbasiskan komoditas energy berpeluang menguat terimbas kenaikan harga minyak mentah," ujar analis pasar modal First Asia Capital Securities, David Sutyanto di Jakarta, Kamis (29/9). 

Pada perdagangan kemarin, IHSG kembali bergerak fluktuatif.Sempat terkoreksi 28,8  poin pada penutupan sesi pertama, namun IHSG akhirnya berhasil tutup tipis di teritori positif naik 5,733 poin (0,1%) di 5425,337. 

Pergerakan saham sektoral bervariasi. Dukungan penguatan IHSG terutama ditopang kenaikan saham sektor konsumsi, properti dan aneka industri. Sedangkan tekanan jual mendominasi saham perbankan. 

Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin mencapai Rp6,32 triliun dan pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih Rp668,61 miliar. 

Penguatan IHSG agak tertahan kemarin terutama terimbas pergerakan pasar saham kawasan Asia yang juga dilanda tekanan jual. 

Sementara tadi malam bursa global berhasil melanjutkan rally dengan topangan penguatan harga minyak mentah. Indeks saham di zona Euro yakni Eurostoxx berhasil menguat 0,68% di 2991,11 terutama ditopang rebound saham Deutsche Bank. 

Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,61% dan 0,53% di 18339,24 dan 2171,37. Penguatan di Wall Street terutama merespons kenaikan harga minyak mentah tadi malam  setelah pertemuan OPEC di Aljir  berhasil mencapai kesepakatan awal untuk pengurangan  produksi. 

Arab Saudi dan Iran sebagai produsen terbesar di OPEC secara tak terduga berhasil mencapai kesepakatan awal pengurangan produksi minyak hingga 32,5-33 juta barel per hari atau turun hampir 750 ribu barel per hari dari produksi OPEC di Agustus.(nas/JPG) 

        

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia