Selasa, 24 Jan 2017
Bisnis

Siap-siap, Harga Solar Naik, Premium Turun

Kamis, 29 Sep 2016 07:53

ILUSTRASI

ILUSTRASI (JAWA POS)

JawaPos.com - Terhitung mulai 1 Oktober pemerintah menurunkan harga premium Rp 300 menjadi Rp 6.250 per liter. Sebaliknya, harga solar dinaikkan Rp 600 menjadi Rp 5.750 per liter. Kebijakan itu diambil berdasar kondisi harga minyak dunia. 

Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan kajian final sebelum harga baru BBM diumumkan. Ada dua hal yang menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan harga baru. ''Berdasar data dan pertimbangan stabilitas,'' ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.

Berdasar data, Ditjen Migas menetapkan harga premium di Jawa, Madura, dan Bali dari Rp 6.550 menjadi Rp 6.250 per liter. Sedangkan solar dari Rp 5.150 menjadi Rp 5.750 per liter. "Solar naik karena MOPS (Mean of Platts Singapore) sebagai pembentuk harga juga naik," tambahnya. 

Selain itu, subsidi solar yang dikepras dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per liter ikut memengaruhi. Kenaikan tersebut akan terasa tinggi karena harga BBM bertahan selama enam bulan sejak April. Itu dilakukan karena pemerintah menginginkan adanya stabilitas ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Kendati demikian, Wirat menegaskan, harga baru berdasar data bisa saja tidak sama dengan pengumuman nanti. Sebab, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak dari harga baru itu ke masyarakat. "Penetapan finalnya sedang dibahas dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi, sosial, dan lainnya," imbuhnya.

Meski pemerintah menahan harga BBM selama enam bulan, Wirat memastikan pola yang digunakan untuk menghitung harga baru tetap tiga bulan. Menurut dia, itu sesuai dengan komitmen pemerintah yang ingin membiasakan ada perubahan harga tiap tiga bulan. Kecuali ada momen khusus.

Sementara itu, popularitas premium terus menurun. Merujuk data PT Pertamina, penjualan bensin dengan oktan 88 tersebut menurun hampir 50 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Itu membuat stok premium di dalam negeri lebih banyak.

VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menyebutkan, pada semester pertama 2016 rata-rata penjualan premium masih 70 ribu kl per hari. Namun, pada Agustus penjualan turun menjadi 55 ribu kl per hari dan pada 20 hari pertama September menjadi 50 ribu kl per hari. (dim/c10/oki) 

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia