Jawa Pos Logo

Siap-siap, Harga Solar Naik, Premium Turun

JawaPos.com - Terhitung mulai 1 Oktober pemerintah menurunkan harga premium Rp 300 menjadi Rp 6.250 per liter. Sebaliknya, harga solar dinaikkan Rp 600 menjadi Rp 5.750 per liter. Kebijakan itu diambil berdasar kondisi harga minyak dunia. 

Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan kajian final sebelum harga baru BBM diumumkan. Ada dua hal yang menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan harga baru. ''Berdasar data dan pertimbangan stabilitas,'' ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.

Berdasar data, Ditjen Migas menetapkan harga premium di Jawa, Madura, dan Bali dari Rp 6.550 menjadi Rp 6.250 per liter. Sedangkan solar dari Rp 5.150 menjadi Rp 5.750 per liter. "Solar naik karena MOPS (Mean of Platts Singapore) sebagai pembentuk harga juga naik," tambahnya. 

Selain itu, subsidi solar yang dikepras dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per liter ikut memengaruhi. Kenaikan tersebut akan terasa tinggi karena harga BBM bertahan selama enam bulan sejak April. Itu dilakukan karena pemerintah menginginkan adanya stabilitas ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Kendati demikian, Wirat menegaskan, harga baru berdasar data bisa saja tidak sama dengan pengumuman nanti. Sebab, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak dari harga baru itu ke masyarakat. "Penetapan finalnya sedang dibahas dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi, sosial, dan lainnya," imbuhnya.

Meski pemerintah menahan harga BBM selama enam bulan, Wirat memastikan pola yang digunakan untuk menghitung harga baru tetap tiga bulan. Menurut dia, itu sesuai dengan komitmen pemerintah yang ingin membiasakan ada perubahan harga tiap tiga bulan. Kecuali ada momen khusus.


BERITA LAINNYA