Kamis, 17 Aug 2017
Finance

IHSG Diprediksi Bergerak Positif Menyusul Penguatan Rupiah Terhadap USD

Rabu, 28 Sep 2016 08:16 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (28/9) diperkirakan bergerak positif menyusul  sentimen positif penguatan rupiah dan optimismes pasar terhadap keberhasilan program tax amnesty.

"IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5375 dan resisten akan kembali menguji 5470 cenderung bergerak di teritori positif," ujar analis pasar modal First Asia Capital David Sutyanto di Jakarta, Rabu (28/9).

Menurutnya, redahnya resiko pasar saham global tadi malam dan sentimen positif dari domestik seperti tren penguatan rupiah atas dolar akan mendorong kembali aksi beli pemodal pada perdagangan hari ini. 

Pada perdagangan kemarin, setelah sempat terkoreksi 56 poin pada sesi awal, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil rebound 67,4 poin (1,3%) di 5419,6 menembus resisten 5410. 

Penguatan rupiah terhadap USD  di bawah Rp13.000,  yakni di level Rp12.955 menjadi katalis positif penguatan IHSG kemarin. 

Namun transaksi kemarin masih dibayangi aksi jual bersih pemodal asing yang mencapai Rp503 miliar di tengah nilai transaksi di Pasar Reguler yang meningkat mencapai Rp6,2 triliun. 

Saham properti, otomotif, infrastruktur, konsumsi, dan tambang logam menjadi penopang utama penguatan IHSG. 

Penguatan rupiah terhadap dolar AS kemarin menyusul optimis pasar atas hasil perolehan dana tebusan program tax amnesty menjelang berakhirnya periode pertama akhir September ini. 

Hingga kemarin, berdasarkan data Dirjen Pajak, hasil perolehan dana tebusan telah mencapai Rp69,9 triliun atau 40% dari target tax amnesty hingga Maret 2017 sebanyak Rp165 triliun. 

Sementara bursa saham global tadi malam bergerak bervariasi.  Indeks saham di zona Euro Eurostoxx masih koreksi 0,17% di 2970,84 dipicu berlanjutnya kekhawatiran terhadap kinerja perbankan di kawasan tersebut yang membuat saham Deutsche Bank AG kembali koreksi hingga level terendahnya. 

Di Wall Street indeks saham utama berhasil rebound setelah dua hari perdagangan sebelumnya tertekan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,7% dan 0,6% di 18228,30 dan 2159,93. 

Saham berbasiskan teknologi dan saham barang konsumsi menjadi penopang penguatan indeks di Wall Street. Penguatan di Wall Street juga dipicu sentimen positif terhadap hasil debat kandidat presiden dimana Hilary Clinton unggul atas Trump.(nas/JPG)            

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia