Rabu, 29 Mar 2017
Properti

Masuk 38 Izin Baru Pengembangan Perumahan, Investasi Properti Masih Primadona

Selasa, 27 Sep 2016 10:27

Realisasi Investasi PMDN dalam Lima Tahun Terakhir

Realisasi Investasi PMDN dalam Lima Tahun Terakhir (Grafis: Andrew Willy/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pengembang perumahan berlomba-lomba menciptakan hunian nyaman dengan berbagai keunggulan. Sektor properti masih menjadi primadona investasi di Kota Pudak.

Badan penanaman modal dan perizinan (BPMP) Gresik mencatat, sedikitnya 38 izin proyek baru pembangunan perumahan masuk pada Januari–September 2016.

Nilai investasinya mencapai Rp 408,6 miliar. Jumlah itu diprediksi masih terus bertambah.
Pada 2015 sebanyak 78 proyek masuk dengan nilai investasi Rp 2,4 triliun.

’’Luas lahan yang diajukan pengembang beragam. Rata-rata 3 ribu meter persegi,’’ ujar Kepala Bagian Perizinan dan Investasi BPMP Gresik Farida Haznah Ma’ruf, Senin (26/9).

Farida menjelaskan, tidak semua pengembang yang mengajukan izin baru berpengalaman. Ada developer yang baru belajar berbisnis perumahan. Sebelumnya, mereka jual-beli tanah kavling.

’’Tanah kavling sudah dilarang. Mereka memilih membangun perumahan kecil-kecilan,’’ kata Farida. Menurut dia, kawasan Gresik Selatan masih menjadi lahan primadona.

Mengapa mereka menyerbu wilayah selatan? Itu tidak lepas dari janji pemerintah pusat. Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat menetapkan Kota Pudak sebagai salah satu kawasan pengembangan permukiman.

Bahkan, pemerintah pusat telah mewacanakan anggaran Rp 5 triliun untuk memperlancar megaproyek tersebut. Menurut informasi, ada 10 ribu hektare yang disiapkan untuk perumahan.

Empat daerah diplot sebagai kawasan pengembangan di wilayah selatan. Yakni, Kedamean, Driyorejo, Menganti, dan Wringinanom. Menganti ditetapkan sebagai pusat kota karena paling strategis.

Pengurus Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) Gresik Koko Wijayanto membenarkan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi di sektor properti memang tumbuh.

Tahun ini banyak pengembang yang awalnya diam memilih bergerak. Mereka aktif mengurus izin proyek baru. Kondisi tersebut didukung penjualan properti yang mulai bergairah.

’’Saat ini ekonomi belum stabil. Ini kesempatan membangun dan mengawali proyek. Masa mendatang tinggal menikmati,’’ tutur Koko.

Menurut pandangannya, tidak semua izin lantas diproses. Sebagian konstruksi perumahan menunggu naiknya permintaan dari konsumen.

Berdasar catatan BPMP, minat investasi tidak sekadar sektor properti. Ada banyak izin proyek yang masuk di bidang transportasi dan telekomunikasi.

Jumlah izin yang masuk pada Januari–September mencapai 161 proyek. Nilai investasi mencapai Rp 11 triliun. (hen/c15/roz/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia