Minggu, 23 Apr 2017
Bisnis

KAI Target Pendapatan Rp 10 T di 2016

Selasa, 27 Sep 2016 09:14

Ilustrasi

Ilustrasi (dok.radar bandung/JPG)

JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berharap bisa membukukan pendapatan Rp 10 triliun  tahun 2016. Pendapatan ini terbagi pada pendapatan dari angkutan penumpang dan angkutan barang.

Dari angkutan barang, KAI menargetkan pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun dan sisanya sebesar Rp 4,9 triliun dari angkutan penumpang. 

"Total pendapatan sekitar s Rp 10 triliun tahun ini,"  ujar Direktur Komersial dan IT KAI Kuncoro Wibowo di  Jakarta seperti dikutip Indopos, Selasa  (27/9).

Mayoritas barang yang diangkut  adalah komoditas tambang seperti batu bara. Selain itu semen juga menjadi komoditas yang cukup banyak diangkut menggunakan kereta api.

Kedua barang tersebut menyumbang pendapatan yang cukup besar terhadap perseroan.  Namun, merosotnya  harga komoditas  batu bara berimbas kepada pendapatan KAI.

"Paling mayoritas itu batu bara. Kalau batu bara turun ya kita ikut turun jadinya. Kalau semen turun ya sama ikut turun. Jadi angkutannya tidak bisa lancar. Banyak hal menyangkut ini," tutur Kuncoro. 

Guna mengoptimalisasi layanan kereta api logistik atau kereta barang, KAI berencana menerapkan sistem digital untuk memantau pengiriman barang. 

Kuncoro mengaku, hal ini dilakukan KAI agar pelayanan angkutan logistik bisa dimaksimalkan, dan akses informasi pengiriman barang menjadi lebih mudah.

Dia menyebut, nantinya penerapan sistem digital bagi kereta api logistik ini akan dibuat serupa dengan proses ticketing kereta penumpang. Targetnya, penerapan digitalisasi kereta barang ini akan dibuat sampai tahun 2018 mendatang.

"Ini menyontohkan sistem ticketing passenger. Aplikasinya sudah ada, tinggal mengembangkan yang ada. Kita punya peta jalan sampai 2018," bebernya. (ers/nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia