Selasa, 24 Jan 2017
Finance

Sentimen Negatif di Bursa Global, IHSG Diprediksi Tertekan

Selasa, 27 Sep 2016 08:10

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (27/9) diprediksi cenderung tertekan imbas dari sentimen negatif  pasar saham global dan emerging market.

"IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5325 hingga 5375 cenderung koreksi," ujar analis pasar modal First Asia Capital Securities, David Sutyanto di Jakarta, Selasa (27/9).

Pasar diperkirakan masih tidak bergairah dan cenderung tertekan akibat aksi ambil untung jangka pendek menyusul meningkatnya resiko pasar saham global dan kawasan.  

Pada perdagangan kemarin, IHSG gagal bergerak di teritori positif. Meningkatnya resiko pasar saham global dan kawasan telah berimbas pada perdagangan kemarin. 

IHSG akhirnya tutup koreksi 36,7 poin  (0,68%) di 5352,1. 

Koreksi IHSG terimbas dari koreksi di pasar Emerging Market yang tercermin dari Indeks saham The MSCI Emerging Market kemarin anjlok 1,3% terutama dipicu saham Turki setelah Moody’s memotong peringkat utang Turki menjadi level ‘Junk’. 

Perdagangan berlangsung kurang bergairah dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya mencapai Rp3,85 triliun dan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih Rp335,93 miliar.

Sementara tadi malam bursa global melanjutkan koreksi untuk dua sesi perdagangan terakhir. Indeks saham Eurostoxx di Uni Eropa koreksi 1,86% di 2975,88. 

Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,91% dan 0,88% di 18094,83 dan 2146,10. 

Di Uni Eropa, koreksi saham terutama dipicu anjloknya saham Deutsche Bank AG menyusul spekulasi bank terbesar di Jerman itu butuh peningkatan modal. 

Anjloknya saham Deutsche Bank AG telah berimbas negatif pada pergerakan harga saham perbankan di Wall Street seperti saham JP Morgan Chase & Co, dan saham Bank of America Corp.(nas/JPG)        

      

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia