Sabtu, 25 Mar 2017
Properti

BuildTech Asia Gelar Ajang Inovasi Konstruksi di Singapura

Senin, 26 Sep 2016 10:55

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Sphere Exhibits bersama Building and Construction Authority (BCA) berencana menggelar pameran kontruksi di Singapura, memenuhi kebutuhan dan perkembangan teknologi konstruksi yang tumbuh pesat di kawasan ini.

Pameran BuildTech Asia seri keenam yang akan diselenggarakan 18-20 Oktober 2016 ini, bertepatan  dengan acara Singapore Construction Productivity Week (SCPW - Minggu Produktivitas Pembangunan Singapura) 2016.

Forum SCPW  akan jadi ajang  tukar gagasan  para pengembang, arsitek, konsultan, kontraktor, dan pemasok sektor kontruksi terkait produktivitas pembangunan dan  teknologi terakhir  yang mampuy meningkatkan produktivitas di sektor kontruksi.

Salah satunya, pembahasan  Design for Manufacturing and Assembly (DfMA - Desain Manufaktur dan Perakitan), untuk memperbaiki integrasi dalam rantai suplai konstruksi dalam  mendorong produktivitas.

"Fase kemajuan berikutnya dalam sektor lingkungan binaan mengharuskan adanya perubahan dalam cara kita membangun," ujar Dr. John Keung, CEO Building and Construction Authority (BCA) dalam rilis yang diterima Senin (26/9).

Menurutnya, pemanfaatan DfMA, akan memungkinkan  memindahkan sebanyak mungkin pekerjaan konstruksi lapangan ke proses pra-fabrikasi pabrik di belakang meja. 

Dengan melakukan hal tersebut, akan meningkatkan efisiensi  dan  mengurangi pemborosan sumber daya selama pembangunan, serta menciptakan tempat kerja yang lebih kondusif dan aman. 

Sekitar 150 perusahaan yang berpartisipasi dalam pameran ini akan menampilkan beraneka ragam teknologi produktif, bahan bangunan, dan solusi arsitektur serta penyelesaian yang berkualitas.

Tercatat 6.000 pengunjung Asia dan dunia di pameran BuildTech Asia akan  meramaikan  pameran pokok dari berbagai perusahaan mesin dan peralatan konstruksi.

Selain itu, delapan paviliun negara dari Tiongkok, Indonesia, India, Selandia Baru, dan Korea Selatan akan memamerkan beragam teknologi yang membahas tantangan pembangunan dan konstruksi di beraneka ragam industri vertikal.

Indonesia tercatat sebagai negara yang pertumbuhan kontruksinya cukup besar dengan rata-rata pertumbuhan  sebesar 7,87%  antara 2015-2019. 

Saat ini, industri konstruksi mewakili hampir 10 % PDB dan bernilai USD 885 miliar pada tahun 2015.(nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia