Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Bisnis

Tinggi, Permintaan Produk Plastik

Senin, 26 Sep 2016 07:32 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com - Industri petrokimia domestik bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Misalnya, konsumsi masyarakat terhadap produk plastik masih sangat tinggi. 

“Pertumbuhan sektor industri petrokimia khususnya plastik tetap menguat dan tidak terpengaruh koreksi ekonomi global,” beber Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Imaduddin Abdulah seperti dikutip Indopos, Senin (26/9).

Konsumsi produk makanan dan minuman tidak pernah surut membuat industri kemasan atau plastik tetap tumbuh signifikan. 
Begitu juga dengan stabilitas industri otomotif, yang komponennya banyak menggunakan plastik. Jadi, hingga edisi 2020 mendatang, industri petrokimia masih akan prospektif. 

Apalagi, tingkat konsumsi plastik tergolong rendah dibanding negara-negara maju.

Di sisi lain, Ketua Research and Development Fakultas Teknologi Industri ITB Zainal Abidin menyebut kampanye anti plastik di Indonesia tidak tepat. 

Kampanye itu kata Zainal jelas berakar dari pola pikir tradisional dan tidak komfrehensif. Sejatinya ucap dia, yang harus dibenahi manajemen pengelolaan sampah. 

Sampah plastik berserakan bukan sampahnya yang harus menjadi kambing hitam, tetapi yang harus dihukum perilaku masyarakat.

”Jadi, cara pandang masyarakat terhadap sampah harus dirubah. Caranya, edukasi dan sosialisasi masyaraat bagaimana bisa mengelola sampah secara mandiri,” saran Zainal.

Banyak contoh negara maju sukses mengelola sampah. Misalnya, Jepang dengan menyediakan 5 tempat sampah dengan fungsi berbeda. 

Karena pada dasarnya, sampah itu ada yang bisa didaur ulang dan menghasilkan pundi-pundi rupiah serta ada yang harus dihancurkan. Jepang juga tegas terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan. ”Pengetahuan tentang sampah harus ditingkatkan,” ingatnya. (far/nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia