Sabtu, 25 Feb 2017
Ekonomi

Gresik Terbaik Di Antara 26 Kabupaten se-Indonesia

Makin Diminati Investor Nasional maupun Asing

Senin, 26 Sep 2016 08:38

Investasi Asing yang Masuk ke Gresik Januari–September 2016

Investasi Asing yang Masuk ke Gresik Januari–September 2016 (Grafis: Andrew Willy/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com Kabupaten Gresik semakin konsisten memantapkan diri sebagai daerah tujuan investasi yang paling menarik.

Beragam indikator menunjukkan Kota Pudak terus meningkat dalam perkembangan infrastruktur maupun pertumbuhan investasi dan ekonomi.

Gresik pun dianugerahi penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award 2016. Penghargaan tersebut diberikan kepada kabupaten/kota dengan level daya tarik terbaik.

Gresik terpilih sebagai satu di antara 26 kabupaten di seluruh Indonesia. Dalam perhelatan kali ini, Gresik bahkan berhasil menjadi kabupaten terbaik dengan indeks 78,54.

Indeks tersebut merupakan hasil survei berbagai komponen penilaian yang dilakukan tim dari Tempo Media Group. Selain kontribusi PDRB, ada penilaian bidang investasi, infrastruktur, pariwisata, dan pelayanan publik.

”Kami optimistis, (prestasi) ini masih bisa ditingkatkan,” kata Bupati Sambari Halim Radianto.

Data di Pemkab Gresik mencontohkan sektor produk domestik regional bruto (PDRB). Saat ini terjadi kenaikan signifikan. Pada 2015 PDRB berada di angka Rp 65,6 triliun.

Pada 2016 angkanya diyakini tembus Rp 76 triliun. Gresik juga terbilang stabil dalam pertumbuhan ekonomi. Hingga awal 2016, pertumbuhan ekonomi mencapai level 6,57 persen.

Salah satu penopangnya ialah investasi. Pada Januari hingga September 2016 saja, tercatat sudah 21 izin proyek asing yang masuk. Nilainya sekitar Rp 2,255 triliun. Sebagian besar nilai investasi rata-rata berada di atas Rp 100 miliar.

”Selain Korea, ada investor dari Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Mereka antusias,” ujar Kepala Subbidang (Kasubbid) Pelayanan Perizinan Penanaman Modal Gresik Bambang Irianto.

Saat ini konstruksi awal proyek sudah menyerap 860 tenaga kerja. Jumlahnya diyakini terus bertambah. Salah satu pemikat investor itu ialah keberadaan kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE).

Saat ini progres pembangunan kawasan seluas 2.625 hektare itu semakin nyata. Investor juga berdatangan ke kawasan industri yang dibangun dengan investasi sekitar Rp 50 triliun tersebut.

Di sisi lain, Pemkab Gresik terus membangun infrastruktur penunjang. Di antaranya, jalan akses yang terkoneksi dengan berbagai wilayah. Jalan-jalan desa akan disiapkan menjadi jalur protokol.

Ada pula rencana pembangunan jalan tol Krian–Legundi–Bunder yang menghubungkan kawasan Manyar dengan Sidoarjo.

Termasuk proyek pusat Bendung Gerak Sembayat yang mampu menyediakan bahan baku air bersih sekitar 10 juta meter kubik dari Bengawan Solo. (hen/ris/c7/roz/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia