Jawa Pos Logo

Masuk Injury Time, Peserta Tax Amnesty Membeludak

JawaPos.com - Mendekati hari akhir periode pertama tax amnesty pada 30 September, partisipasi WP terus meningkat. Di sejumlah kantor pajak terlihat antrean panjang masyarakat yang akan ikut tax amnesty. Misalnya, di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kemarin (24/9).

Sejak pagi terlihat ratusan wajib pajak (WP) duduk antre menunggu giliran. "Kami mengapresiasi wajib pajak yang begitu banyak datang ke kantor-kantor pajak," kata Direktur Penyuluhan Pela­yanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama 

Untuk mengantisipasi lonjakan wajib pajak, DJP membuka layanan pada Sabtu-Minggu pukul 08.00-14.00. Layanan pada akhir pekan diharapkan bisa mengakomodasi wajib pajak yang tidak sempat mendaftarkan diri pada hari kerja.

Sayang, masih banyak WP yang kecewa lantaran tetap tak terlayani. Franky, 33, berangkat dari rumahnya di kawasan Angke, Jakarta Utara, pukul 5 pagi. Sampai kantor DJP kurang dari pukul 6, dia langsung ikut mengantre. Antrean awal dilakukan di gedung baru di bagian belakang kompleks DJP. Setelah sejam menanti, atas arahan petugas sekuriti, antrean dipindahkan ke gedung bagian depan.

Sekitar pukul 3 sore dia mendapat kabar bahwa layanan ditutup. "Kenapa tidak diteruskan saja sampai selesai," sesalnya. Pria berkacamata itu sudah membawa berbagai dokumen yang diperlukan. Dia mengaku memiliki aset properti dan kendaraan yang ingin dilaporkan untuk diikutsertakan dalam program amnesti pajak. "Seharusnya registrasi hari ini, selesai hari ini. Apa besok (hari ini, Red) saya harus datang jam 3 pagi," ujarnya kecewa.

David, 35, asal Grogol, Jakarta Barat, juga kecewa tak mendapatkan layanan setelah antre panjang. "Mestinya tambah loket dua sampai tiga kali," ucapnya. Situasi sama tidak hanya terjadi di Kantor Pusat DJP. Dia pernah mendatangi kantor pajak di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan mendapat informasi di kantor pajak Kelapa Gading, Jakarta Utara, bahwa situasinya sama. "Jangan korbankan WP buang waktu dari pagi," ujarnya.


BERITA LAINNYA