Senin, 24 Apr 2017
Bisnis

Pertamina Siap Campur Solar Non Subsidi dengan Biodiesel

Sabtu, 24 Sep 2016 08:03

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com -  Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, saat ini masih mencari parameter untuk pencampuran biodiesel dengan solar non subsidi sebanyak 20 persen. 

Ini dilakukan agar saat penggunaan biodiesel naik karena ada campuran ke solar non-subsidi, sementara pungutan kepada pengusaha sawit yang mengekspor komoditas tetap dan cukup untuk menutupi subsidi biodiesel.

"Volumenya naik, dan sekarang pengaturannya macam apa. Agar apa yang dipungut itu cukup untuk nutupin selisih itu," jelas Rida seperti dikutip Indopos, Sabtu (24/9).

Seperti diketahui, pungutan CPO jauh lebih tinggi ketimbang pungutan produk hilirisasi. Tarif pungutan sebesar USD 10-50 per ton atas ekspor 24 jenis produk.

Mulai dari tandan buah segar hingga biodiesel dari minyak sawit dengan kandungan metil ester lebih dari 96,5 persen. 

Tujuannya, agar apabila terjadi kenaikan tidak membebani pungutan kepada pengusaha sawit yang mengekspor komoditasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sucipto menyatakan kesiapannya untuk mendorong program pemerintah terkait mandatori Bahan Bakar Nabati (BBN) ini. 

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pihaknya akan terus meningkatkan penyerapan biodiesel yang ditargetkan sebesar 5 persen tersebut.

"Intinya bagaimana agar kebijakan B20 itu bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Pertamina siap saja, yang penting itu diterapkan untuk seluruhnya," ungkap Dwi.

PT Pertamina (Persero) siap mendukung program pemerintah soal mandatori bahan bakar nabati (BBN), yaitu mencampur solar non-subsidi yang dijualnya dengan minyak kelapa sawit (biodiesel) sebanyak 20 persen. 

Dwi menuturkan, Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) siap menjalankan arahan yang bertujuan untuk meningkatkan penyerapan biodiesel yang ditargetkan sebesar 5 persen tersebut. 

"Pertamina siap saja, yang penting itu diterapkan untuk seluruhnya," ujar Dwi. (lum/nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia