Jawa Pos Logo

 Pengprov DKI Berharap Tak Ada Kecurangan di Cabor Taekwondo

JawaPos.com - Seiring maraknya tudingan kecurangan dalam perjalanan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) DKI Jakarta, Rio M Syukry, berharap wasit juri menjunjung tinggi sportivitas. 

Hal ini, kata dia, agar tercipta netralitas pertandingan taekwondo PON XIX/2016. Seperti diketahui, taekwondo akan mulai menggelar pertandingan pada 25 September 2016 mendatang di Gymnasiium FPOK UPI Bandung. 

Banyaknya kisruh yang terjadi di arena pertandingan tidak membuat tim taekwondo DKI Jakarta terhalang untuk mengukir prestasi di ajang multi event empat tahunan tersebut.  

“Masalah nonteknis kita abaikan dulu. Yang terpenting para atlet bisa menikmati pertandingan dan menjunjung sportivitas tinggi. Apapun hasilnya nanti di lapangan, pertandingan itu ada kalah ada menang. Tinggal atlet bersungguh-sungguh,” kata Rio, Jumat (23/09) di Bandung, dilansir laman pon-peparnas2016jabar.go.id.

Menurutnya, permasalahan mengenai oknum wasit dan juri yang tidak sportif itu merupakan tanggung jawab PB PON XIX/2016. Terlebih, taekwondo merupakan cabor yang tidak terukur. Baginya yang terpenting adalah pencapaian prestasi. 

“Taekwondo ini cabang tak terukur, terutama poomsae, kecurang mungkin bisa saja terjadi. Tapi saya berharap tidak ada wasit juri yang mencederai olahraga dengan menguntungkan salah satu daerah,” tegasnya. 

1
2

BERITA LAINNYA