Minggu, 26 Mar 2017
Otomotif

Mobil Karya Mahasiswa ITS Siap Balapan di Jepang

Sabtu, 20 Aug 2016 11:04

Mobil Sapu Angin Speed IV karya mahasiswa ITS Surabaya.

Mobil Sapu Angin Speed IV karya mahasiswa ITS Surabaya. (Galih Cokro/Jawa Pos)

JawaPos.com- Gagal dalam lomba mobil hemat energi di London Juli lalu tidak membuat tim Sapu Angin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyerah. Tim yang terbentuk pada 2010 itu akan tampil kembali dalam ajang Student Formula Japan (SFJ) 2016. Kompetisi mobil balap formula khusus pelajar tersebut diadakan di Jepang pada 6–10 September.

ITS telah menyiapkan mobil andalan yang diberi nama Sapu Angin Speed 4. Humas Tim Sapu Angin ITS Arnoldus Adro Pradhito mengungkapkan, konsep mobil tersebut dibuat sejak tahun lalu. Tepatnya pada November 2015. ’’Itu dari proses desain, perancangan, hingga pematangan konsep mobil,’’ kata mahasiswa jurusan teknik mesin itu.

Pada ajang SFJ, Tim Sapu Angin membuat perubahan desain mobil. Mereka juga mengganti material bodi. Sebelumnya, mobil seberat 250 kilogram tersebut berbahan fiber. Namun, untuk ajang ke Jepang, mereka menggantinya dengan material berbahan karbon.

’’Bahan karbon lebih ringan. Harapannya bisa menurunkan massa mobil, tetapi menambah kecepatan,’’ jelas Adro. Seluruh material mobil seharga Rp 200 jutaan tersebut menggunakan rancangan sendiri. ’’Kecuali engine-nya. Karena belum ada di Indonesia,’’ ungkap mahasiswa semester delapan itu.

Kompetisi di Jepang akan diikuti peserta dari berbagai negara se-Asia. Tim ITS yang beranggota 21 orang tersebut harus mampu mengungguli 110 tim lain. Mereka harus bersaing untuk mendapatkan waktu tercepat (time attack). Dalam kompetisi yang berlangsung sejak 2003 itu, setiap peserta wajib mampu melewati dua tahapan.

Pertama, static events. Pada tahap itu, para peserta diuji dengan sederet pertanyaan mengenai desain mobil, cost report, dan pemasaran mobil. ’’Di tahap ini kami harus pandai-pandai menjelaskan bahwa karya kami tidak hanya dapat melaju, tetapi harus memperhatikan aspek pembiayaan, bagaimana memasarkan ke industri, serta kebermanfaatan bagi masyarakat,’’ ucap Adro.

Tahap kedua adalah dynamic events. Seluruh mobil rancangan peserta dicek segala aspek. Mulai keamanan, desain, hingga knalpot. Mobil akan dites melalui uji percepatan di sirkuit (acceleration), ketahanan mobil (endurance), penggunaan bensin (fuel efficiency), serta tes mobil dengan mengelilingi sirkuit delapan (autocross). ’’Intinya, tahap kedua ini uji performa mobil,’’ papar Adro.

Selain ITS, perwakilan dari Indonesia adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pada 2013 Sapu Angin Speed meraih best rookie award atau pendatang baru terbaik. ’’Tahun ini harus lebih baik,’’ tutur Adro. Mereka menargetkan kompetisi kali ini dapat lolos 10 besar. ’’Latihan terus kami lakukan. Selama latihan, performa mobil cukup memuaskan,’’ katanya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Joni Hermana menyatakan bangga karena Tim Sapu Angin bisa bangkit kembali. Dia mendukung mahasiswanya untuk berlaga di Jepang. ’’Semoga usaha mereka membawa nama baik almamater dan Indonesia,’’ tuturnya. (ara/c15/oni)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia