Minggu, 30 Apr 2017
Otomotif

Total Penjualan Toyota Semester Pertama 187.438 unit

Sabtu, 23 Jul 2016 17:10 | editor : diojepe

PRODUK BARU: Toyota Sienta menjadi andalan TAM untuk penjualan pada semester kedua 2016.

PRODUK BARU: Toyota Sienta menjadi andalan TAM untuk penjualan pada semester kedua 2016. (Sugeng Laksono/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pasar otomotif nasional secara umum diyakini membaik pada paro kedua tahun ini. Keyakinan tersebut disampaikan PT Toyota Astra Motor (TAM) yang membukukan rekor tertinggi penjualan secara bulanan pada Juni lalu.

Toyota merealisasikan penjualan 36.564 unit secara ritel dan mencatatkan kinerja tertinggi secara nasional jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Berdasar hasil itu, market share Toyota di pasar otomotif nasional menguat menjadi 38,1 persen.

’’Pencapaian didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk kendaraan baru dalam menyambut Idul Fitri,” ujar Vice President Director TAM Henry Tanoto di sela test drive All New Sienta di Bandung Jumat (22/7).

Secara kumulatif, sepanjang semester pertama 2016, penjualan ritel Toyota di Indonesia mencapai 187.438 unit. Pangsa pasarnya rata-rata mencapai 35,4 persen. Pada awal tahun, TAM memperkirakan pangsa pasar Toyota tahun ini 33,1 persen. Karena itu, saat ini pencapaian melampaui target pangsa pasar.

’’Kami ingin mempertahankan (pangsa pasar, Red) di level yang diraih saat ini, yakni sekitar 35 persen. Semoga bisa,’’ harap Henry.

Kinerja Toyota berada di atas performa pasar nasional sepanjang paro pertama 2016. Pada periode tersebut, penjualan Toyota naik 11,8 persen. Sementara itu, pasar otomotif nasional hanya naik 0,4 persen menjadi 528.855 unit jika dibandingkan dengan 526.846 unit pada semester pertama 2015.

Hasil positif hingga pertengahan tahun membuat TAM optimistis menghadapi kompetisi. Terlebih, market mobil pada semester kedua diyakini lebih baik.

’’Juni pasarnya bagus. Sebab, ada Idul Fitri. Juli mungkin akan turun karena banyak terpotong libur. Lagi pula, seasonal pasca-Lebaran memang begitu. Agustus akan menunjukkan pasar sesungguhnya. Kami yakin semester kedua lebih baik,’’ tuturnya.

Beberapa indikator yang memengaruhi optimisme Toyota, antara lain, realisasi belanja pemerintah yang terus meningkat dan interest rate yang turun. Selain itu, terdapat perbaikan harga komoditas, terutama sektor pertambangan serta penguatan nilai tukar rupiah.

’’Interest rate turun, ya, walaupun diperhatikan perbankan. Semoga (bunga perbankan) yang riil di masyarakat memang seperti sekarang ini. Jadi, ada efek ke pasar secara rill,’’ ujarnya.

Di samping kondisi makroekonomi yang membaik, industri otomotif bergairah berkat peluncuran sejumlah produk baru. Peluncuran produk baru yang tepat dengan kebutuhan pasar memang bisa memancing peningkatan konsumsi. Karena itu, pelaku industri otomotif optimistis pasar membaik pada enam bulan ke depan. ’’Walaupun belum signifikan,’’ terangnya.

Selain menghadirkan All New Sienta, TAM dalam waktu dekat merilis multi-purpose vehicle (MPV) di segmen low cost green car (LCGC), Toyota Calya. Kendaraan tujuh penumpang tersebut diyakini bisa menyaingi popularitas Avanza.

Untuk mendorong penetrasi, Toyota tahun ini membuka sepuluh konter penjualan dan servis baru. Dengan demikian, Toyota akan memiliki lebih dari 290 cabang di Indonesia. ’’Kami mulai menjangkau hingga kabupaten-kabupaten,’’ pungkasnya. (gen/noe)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia