Minggu, 25 Jun 2017
Otomotif

BMW Garap Entry Level

Rabu, 20 Jul 2016 19:46 | editor : diojepe

OPTIMISTIS: Yopy di diler Astra BMW Surabaya.

OPTIMISTIS: Yopy di diler Astra BMW Surabaya. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com– Astra BMW kini menyasar segmen pemula (entry level) untuk menaikkan penjualan mobil premium di Jatim. Caranya menambah variasi mobil pilihan bagi segmen tersebut.

Branch Manager BMW Astra Surabaya Yopy Antonio Suko menyatakan, kontribusi segmen entry level mencapai 60 persen dari total penjualan BMW di Jawa Timur. Konsumen entry level umumnya pengguna mobil buatan Jepang yang ingin merasakan sensasi mengendarai mobil Eropa. ’’Banyak yang loncat dari MPV ke entry level BMW,’’ ujar Yopy.

Mobil yang termasuk jajaran entry level BMW adalah BMW X1, seri 1, dan seri 3. Namun, BMW memberikan promo khusus bagi peminat seri 5 yang berada sedikit di atas entry level. ’’Untuk seri terbaru harus inden karena peminatnya membeludak,’’ ujar Yopy Selasa (19/7).

Kini penjualan BMW di Jawa Timur naik 15–18 persen (year to date). Angka kenaikan pada Juni lalu bahkan mencapai 36 persen. Realisasi penjualan tersebut membuat market share BMW di Jatim meningkat dari 30 persen pada periode Januari–Mei 2015 menjadi 32 persen pada periode yang sama tahun ini.

BMW pun menargetkan total pangsa pasar tahun ini menjadi 40 persen atau setara 250 unit. ’’Sampai saat ini, realisasi penjualan sudah 46–47 persen dari target,’’ paparnya.

Pada semester kedua ini, Yopy optimistis penjualan mobil segmen premium meningkat sekitar 20 persen dibandingkan semester pertama. Pasar mobil premium di Jatim umumnya tidak banyak berubah karena masing-masing sudah memiliki segmen pasar tersendiri. ’’Untuk beberapa merek memang market share naik, ada pula yang turun,’’ jelasnya.

Pameran-pameran otomotif yang mulai marak di semester kedua diyakini menjadi salah satu pemicu naiknya permintaan di industri otomotif. Selain itu, peluncuran seri terbaru membantu penjualan. BMW baru saja meluncurkan seri 7, seri x1, dan facelift seri 3.

’’Animo masyarakat bagus, bahkan sampai ada yang inden. Sebab, karakteristik pembeli di segmen ini memang berbeda,’’ paparnya.

Menurut Yopy, segmen di atas entry level umumnya hanya memakai mobil satu atau dua tahun. Sementara itu, masa pemakaian mobil di segmen entry level bisa mencapai 7 tahun. (vir/noe)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia