Kamis, 27 Apr 2017
Serba Serbi

At-Taqwa, Jejak Islam di Selatan Kalbar

Sabtu, 11 Jun 2016 22:51 | editor : Yusuf Asyari

Masjid At-Taqwa di Kelurahan Kauman, Ketapang, yang direstorasi. Foto diambil Senin (6/6).

Masjid At-Taqwa di Kelurahan Kauman, Ketapang, yang direstorasi. Foto diambil Senin (6/6). (Jaidi Chandra/Rakyat Kalbar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketapang merupakan salah satu kota pertama yang kerap disebut sebagai pintu masuk tersebarnya Islam di Kalimantan Barat. Salah satu jejak sejarahnya adalah Masjid At-Taqwa. Terletak di Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, masjid itu ada sejak Kerajaan Matan berdiri dua abad lalu.

Berdasarkan penuturan mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ketapang, Yudo Sudarto, awalnya letak Masjid Jami At-Taqwa  persis di pinggir Sungai Pawan.

“Karena erosi, maka dipindahkan ke daerah yang lebih tinggi,’’ tuturnya kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Pemindahan masjid tua ke lokasi sekarang, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong, berlangsung pada tahun 1950. Relokasi itu dirintis ulama besar Kampung Kauman yang lama bermukim di Mekah, Arab Saudi, H. Muhammad Ali Usman.

Setelah pembangunan masjid selesai, Usman sempat bermukim di Mekah, mengajar di Darul Ulum. Ia wafat di Bandung, Jawa barat, 30 Maret 1988.

Yudo mengatakan, Masjid At-Taqwa itu merupakan peninggalan penting peradaban Islam di Kalbar.

“Kini, bekas tiang asli masjid hanya tinggal satu saja, yang dapat menjadi saksi sejarah dan perubahan nama Masjid At-Taqwa di Kelurahan Kauman tersebut,” jelasnya.    

Mantan Kasi Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang, Ermansyah menyebutkan,  dalam catatan warisan budaya di Kerajaan Tanjungpura, masjid dibangun pada masa pemerintahan Panembahan H. Gusti Muhammad Sabran yang memerintah Kerajaan Matan di Mulia Kerta pada tahun 1876-1909.

Dulu, Imam Masjid Jami Kerajaan Matan Kampung Kaum adalah H. Muhammad Yunus yang bergelar Imam Maharaje berasal dari Tanjungpura dan selaku Mufti yakni H. Abdul Madjid bergelar Mulfi Setie Oegame Matan yang diangkat tahun 1903 M(1323 H).

Masjid At-Taqwa pada zaman Kerajaan Matan merupakan masjid satu-satunya yang ada di Ketapang. Sehingga, ketika masyarakat muslim dari wilayah sekitar Ketapang, seperti Kampung Negeri Baru, Kampung Mulia Kerta, Kampung Arab, dan lain-lain, apabila melaksanakan Salat Jumat akan berbondong-bondong menuju masjid itu.

Memang, kini bagian luar dan dalam At-Taqwa direhabilitasi total sehingga kesan masjid kuno tak lagi terlihat. Masjid tersebut pun masih digunakan untuk berbagai kegiatan keagaamaan, mulai dari Salat Subuh, Jumatan, hingga Salat Tarawih di bulan puasa ini. (rk/yuz/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia