Sabtu, 25 Mar 2017
Otomotif

Untuk Lady Biker, Kenali Motor Sebelum Tunggangi Harley-Davidson

Sabtu, 04 Jun 2016 21:55

LADY BIKER: Lidya Rekwandani menjajal Harley-Davidson tipe Softail Breakout Sabtu (4/6).

LADY BIKER: Lidya Rekwandani menjajal Harley-Davidson tipe Softail Breakout Sabtu (4/6). (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com – Motor gede (moge) selama ini kerap identik dengan tunggangan kaum adam. Namun, perempuan pun ternyata bisa mengendarainya.

Meski demikian, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi perempuan sebelum mengendarai moge. Menurut Wakil Ketua Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Surabaya Steven Harley, menunggangi moge –khususnya Harley-Davidson (HD)– harus mengetahui terlebih dahulu karakteristiknya. Jangan sampai mengendarai motor dengan kapasitas mesin besar, tapi tidak tahu cara pengereman atau batas akselerasi motor tersebut.

Bikers harus paham mengenai motornya, termasuk cara mengendarainya,” kata Steven di sela-sela acara grand opening House of Bikers Surabaya (HOBIS) dan sekretariat HDCI Surabaya Sabtu (4/6).

Sesudah memahami karakteristik motor, bikers harus mempersiapkan diri untuk berkendara, seperti memakai sarung tangan dan perlengkapan keselamatan lain berupa helm dan jaket. Saat di jalan pun bikers perlu menaati peraturan yang ada. Sebab, peraturan lalu lintas dibuat untuk kepentingan dan keselamatan bersama.

”Selain beberapa ketentuan itu, jam terbang mengendarai moge akan memberikan pengaruh saat nanti di jalan,” pesannya.

Karena itulah, semua bisa mengendarai moge, termasuk perempuan.

”Tetapi, apakah rela nambah biaya perawatan kecantikan gara-gara sering berada di jalan?” candanya.

Kemungkinan bertambahnya bikers perempuan memang terbuka lebar. Apalagi peminat bikers HD semakin hari semakin bertambah. Kehadiran HOBIS yang dibuka langsung oleh Komjen Nanan Soekarna sebagai ketua HDCI dapat menjadi wadah bagi para bikers untuk sharing maupun mencari stuff berbau Harley-Davidson.

”Semoga berkumpulnya para bikers dapat memberikan kontribusi, baik dalam acara-acara ekonomi kreatif maupun menjadi daya tarik turis, terutama yang tertarik pada klub Harley-Davidson asli Indonesia,” tegas mantan Wakapolri tersebut. (all/nda)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia