Jawa Pos Logo

Honda Supra GTR 150 Rem Penurunan Segmen Bebek

JawaPos.com – Tren pengguna sepeda motor jenis bebek menurun. Ini bisa terlihat dari pasar segmen bebek di Jawa Timur (Jatim) sampai April lalu anjlok 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) .

Meski demikian, pabrikan mencoba mengerem penurunan ini dengan produk-produk baru. Salah satunya, All New Honda Supra 150 GTR, yang sudah diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu.(Motor Petualang All New Honda Supra GTR 150 Tampil Garang)

Presiden Direktur PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), distributor utama Honda di Jatim, menyebutkan motor bebek sport ini diharapkan bisa mengerem laju perpindahan dari bebek ke matik.

“Para pecinta motor bebek tidak jenuh dengan model motor tersebut,” tuturnya saat memperkenalkan All New Honda Supra 150 GTR di Surabaya, Rabu (1/6).

Di Jatim, pasar bebek Honda juga mengalami penurunan yaitu, 5 persen. Meski demikian, motor berlogo sayap ini masih menjadi market leader dengan penguasaan pasar 78 persen.

Direktur Marketing PT MPM Dendy Sean menambahkan, pihaknya menargatken penjualan Supra 150 GTR mencapai 1.000 unit per bulan. Jumlah itu berkontribusi 20 persen dari total sales bebek di Jatim, sedangkan nasional menargetkan 8.000 unit untuk Supra GTR. (Target 8.000 Unit Perbulan, Ini Harga All New Honda Supra GTR 150)

“Sebelumnya, kita tidak memiliki bebek sport. Sekarang, konsumen Honda memiliki banyak pilihan untuk bebek, Supra GTR di banderol sekitar Rp 22 juta,” tuturnya.(dio)


BERITA LAINNYA