Minggu, 23 Jul 2017
Otomotif

Genjot Penjualan, Honda Gelar Ayo Ke AHASS

Senin, 30 May 2016 20:08 | editor : diojepe

PERBAIKI SERVIS: Suwito (dua dari kiri) dan Dendy Sean (kanan) saat memperkenalkan program Ayo ke AHASS di Surabaya Minggu (29/5).

PERBAIKI SERVIS: Suwito (dua dari kiri) dan Dendy Sean (kanan) saat memperkenalkan program Ayo ke AHASS di Surabaya Minggu (29/5). (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Tren penjualan yang stagnan membuat distributor sepeda motor Honda di Jatim PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) memperkuat purnajual. MPM menargetkan mengatrol bisnis dari layanan purnajual hingga 15 persen dengan meluncurkan program Ayo ke AHASS.

Presdir MPM Suwito menyatakan, selama ini rata-rata jumlah sepeda motor yang servis di bengkel AHASS meningkat 10 persen per tahun.

’’Meskipun penjualan sepeda motor stagnan, populasi sepeda motor terus meningkat setiap tahun. Jadi, ada kenaikan unit yang diservis,” katanya Minggu (29/5).

Pihaknya membidik populasi motor dengan jangka waktu sekitar 10 tahun. Secara khusus, MPM juga menargetkan motor Honda keluaran 1995–2005.

Pada tahun ini, sepeda motor yang melakukan servis ke AHASS mencapai 700 ribu unit per bulan. Technical Service Deputy Division Head MPM Satyo Prahnowo menambahkan, program tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya servis motor.

’’Jika motor rutin diservis dan dirawat, harga purnajualnya juga tinggi,” imbuhnya.

MPM menargetkan, jumlah entry ke AHASS mencapai 9,6 juta unit sepanjang 2016. Saat ini ada 707 outlet AHASS di Jawa Timur.

Sampai akhir tahun, pihaknya menargetkan memiliki 722 outlet AHASS di Jatim. Selain itu, terdapat 10 outlet AHASS yang berbentuk mobil di Jatim.

Direktur Marketing MPM Dendy Sean menjelaskan, penambahan tersebut akan difokuskan ke daerah dengan lokasi bengkel AHASS yang masih minim. Coverage AHASS di Jatim saat ini mencapai 60–70 persen.

Dia menuturkan, bengkel resmi saat ini masih diminati karena jaminan mekanik serta keaslian spare part. Ada 3.099 mekanik AHASS di Jatim.

’’Menjelang Lebaran, servis bisa naik 20–30 persen. Bahkan, servis bisa melonjak sampai 50 persen. Kenaikan akan terlihat sejak awal Juni,” ujarnya. (vir/oki/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia