Selasa, 24 Jan 2017
Otomotif

Ekspedisi Lima Hari, Terios Taklukan Pulau Flores

Kamis, 19 May 2016 17:20

Ekspedisi Lima Hari, Terios Taklukan Pulau Flores

Ekspedisi Lima Hari, Terios Taklukan Pulau Flores (Istimewa)

JawaPos.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menggulirkan  program ekspedisi Terios Wonders edisi kelimanya di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 19–23 Mei 2016.

‎Terios sebagai mobil masa depan sukses menjinakan daerah-daerah dengan medan terjal. Dimulai dari Terios 7 Wonders Sumatera Coffee Paradise (2012), Java Hidden Paradise (2013), Amazing Celebes Heritage (2014), Wild Borneo Adventure (2015).

Direktur Marketing PT ADM, Amelia Tjandra menjelaskan ‎Terios 7 Wonders Tour de Flores ‎ini akan menempuh rute sekitar 837 Km. 

Selama 5 hari, sahabat petualang Daihatsu Terios ‎akan menyusuri alam liar dan menjelajahi beragam destinasi bersejarah khas Flores, mulai dari Larantuka di ujung timur dan berakhir di Labuan Bajo di ujung barat Flores. 

"Ini sebagai wujud dukungan Daihatsu pada even balap sepeda internasional Tour de Flores yang diikuti oleh lebih dari 25 negara peserta. Jadi bisa sekaligus mengenalkan pesona alam dan peninggalan bersejarah di Pulau Flores,"‎ kata Amel -sapaan akrab Amelia Tjandra-, Kamis (19/5).

‎Menurutnya, empat kali ekspedisi berjalan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat.

"Perjalanan Tour De Flores ini telah membuktikan ketangguhan Terios dalam menaklukkan berbagai medan jalan, menyusuri alam yang masih asli serta mengunjungi berbagai lokasi peninggalan bersejarah di Pulau Flores.” ungkap Amel

Amel menambahkan, ekspedisi ini menggunakan 3 unit Terios R Adventure yang terdiri dari 2 Terios MT dan 1 Terios AT. "Kendaraan kami siap mengantar para peserta yang terdiri dari Tim Daihatsu, jurnalis dan blogger menyusuri 7 Etape," ucap dia.

Estape pertama, akan mengeksplorasi Larantuka, sebuah kota yang memiliki catatan sejarah sebagai sebuah kerajaan yang kental dengan pengaruh Portugis. 

Kedua, dari Larantuka menuju Maumere sejauh 122 km, untuk mengeksplor bekas kediaman raja Sikka yang disebut Lepo Gete. 

Ketiga, berlanjut dari Maumere menuju Kelimutu, untuk menikmati keindahan Danau Tiga Warna di puncak Gunung Kelimutu. 

Keempat, dari Danau Kelimutu menuju arah Ende, untuk eksplorasi desa adat Ndona, yang terkenal dengan Tenun Ikat.

Kelima, perjalanan berlanjut menuju Bajawa, untuk menjelajahi Kampung Megalitikum Bena, sebuah desa tradisional dengan kehidupan natural penduduk suku Bajawa dengan rumah adat yang sederhana. 

Keenam, berlanjut dari Bajawa menuju Ruteng, dan menjelajahi Gua Liang Bua, sebuah gua purba tempat ditemukannya Homo Floresiensis yang hidup di zaman Pleistosen. 

Terakhir, perjalanan terakhir dari Ruteng menuju Labuan Bajo, yang singgah ke Desa Wae Rebo, sebuah desa tradisional yang indah di atas awan, pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Labuan Bajo adalah kota pelabuhan di kabupaten Manggarai Barat. (hyt/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia