Kamis, 17 Aug 2017
Otomotif

Napas Tua, Performa Anak Muda

Adu Kencang Cub dan Kongko Pencinta Motor Klasik

Senin, 09 May 2016 10:00 | editor : admin

MELESAT: Debby Merita, joki perempuan asal Team Ginak Ginuk, memacu motor Cub Series yang sudah dimodifikasi di lintasan drag race Kenjeran, Minggu (8/5).

MELESAT: Debby Merita, joki perempuan asal Team Ginak Ginuk, memacu motor Cub Series yang sudah dimodifikasi di lintasan drag race Kenjeran, Minggu (8/5). (Ghofuur Eka/Jawa Pos)

JawaPos.com – Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Peribahasa itu ternyata juga berlaku untuk motor klasik Honda Cub Series (C70, C50, dan C90). Buktinya, motor produksi 1961 hingga 2008 tersebut masih mampu digeber mencapai puncak performanya.

Suasana seperti itu pula yang kemarin (8/5) tersaji di pintu masuk Sirkuit Drag Race Kenpark, Kenjeran. Ribuan biker tua-muda bersama motor cub miliknya parkir di sepanjang jalan menuju sirkuit.

Memasuki paddock, deru mesin motor cub modifikasi terdengar sangat nyaring, menarik siapa saja untuk menontonnya. Motor yang kerap disebut ulung itu ternyata sangat bertenaga ketika dipacu para joki pada jarak 201 meter.

Rahasia performa maksimal motor produksi Jepang tersebut ternyata adalah ketelatenan para mekaniknya. Okky Choky, 25, dari Abby Racing, misalnya. Dia rajin memburu spare part motor cub itu dengan menjelajah toko jual beli online.

”Untuk balapan, kami selalu mengubah karburator, piston, dan ICU agar mencapai puncak kecepatan yang diinginkan,” papar Okky. Faktor yang tidak kalah penting dari balapan adalah jokinya.

Sebab, menggeber motor klasik berbeda dengan motor-motor produksi mutakhir. Kemampuan untuk mengerti dan memahami motor sangat diperlukan.

Joki cantik asal Team Ginak Ginuk, Debby Merita, misalnya. Awalnya dia agak canggung menunggang motor berkapasitas mesin 115 cc tersebut. Namun, berkat latihan, dia pun bisa.

”Paling penting itu mental dulu yang harus disiapkan. Harus berani dan nekat,” ungkap gadis 22 tahun itu. Debby sempat kesulitan untuk mengendalikan motor saat baru saja memacunya meninggalkan garis start kemarin.

Untung, dia mampu menyeimbangkan badannya. Debby akhirnya meraih catatan waktu yang lumayan baik, yakni 11,9 detik.

Sementara itu, ketua panitia Surabaya Festival Classic Cub 2016 Agus Swignyo menjelaskan, acara balap tersebut ditujukan sebagai wadah agar para biker tidak lagi kebut-kebutan di jalan. Juga, menjadi sarana bertukar ilmu dan bersilaturahmi pencinta motor cub.

”Event ini sudah kali kelima diadakan,” kata Agus di sela-sela kegiatan.
Animo peserta event itu juga meningkat setiap tahun. Baik peserta yang ikut ajang balapan maupun yang sekadar kongko pencinta motor cub.

Ketum Club Koentoel Surabaya M. Vicky Al Malik menambahkan, ada sekitar 2.500 motor cub yang berkumpul di Kenpark kemarin. ”Mereka datang dari berbagai daerah. Di antaranya, Jawa, Sumatera, dan Kalimantan,” ucap Vicky.

Kehadiran ribuan biker tersebut juga disambut baik oleh Kadispora Pemkot Subaya Afgani Wardana. Menurut dia, event balap motor klasik bisa menjadi magnet tersendiri sebagai wisata alternatif di Surabaya. Terlebih jika animonya sangat besar, event itu bisa menjadi wadah promosi Kota Surabaya di daerah lain.

”Kegiatannya positif dan saya tidak menyangka kalau yang hadir hingga ribuan orang,” kata Afgani. Dalam drag race itu, seluruh peserta memperebutkan tiga piala bergengsi, yakni Piala Wali Kota, Piala Kapolres Tanjung Perak, dan piala dari produsen motor. (all/c7/fat)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia