Kamis, 27 Apr 2017
JPG Today

Astagfirullah! Pembangunan Masjid Tercantik Indonesia Diduga Dikorupsi

Kamis, 28 Apr 2016 07:40 | editor : Yusuf Asyari

Masjid Agung Al-Ikhlas. Pengendara melintas di depan Masjid Agung Al-Ikhlas yang kini masih dalam tahap proses pembangunan, Rabu (27/4).

Masjid Agung Al-Ikhlas. Pengendara melintas di depan Masjid Agung Al-Ikhlas yang kini masih dalam tahap proses pembangunan, Rabu (27/4). (Jaidi Chandra/Rakyat Kalbar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Satreskrim Polres Ketapang menyelidiki dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Kalimantan Barat. Penyidik sudah melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang ihwal data pembangunan masjid tersebut.

Kapolres Ketapang AKBP Hady Poerwanto megatakan pihaknya sedang menyelidiki dugaan korupsi pembangunan rumah Allah itu. Hal tersebut setelah mendapatkan informasi adanya dugaan penyimpangan dana pembangunan masjid yang sejak 2011 hingga kini tak kunjung usai pembangunannya.

"Kita sudah minta data ke Pemda terkait pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Tapi datanya belum kita terima. Jadi, kita akan surati resmi ke Pemda mengenai persoalan data tersebut," kata Hady Poerwanto dilansir Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (26/4).

Hady mengatakan, penyelidikan dilakukan berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat bahwa ada penyimpangan dana pembangunan masjid tersebut. "Jadi dasar penyelidikan ini karena adanya informasi yang beredar. Saat ini kita sudah mulai lakukan penyelidikan," katanya.

"Kemudian, beberapa orang termasuk panitia pembangunan masjid yang menerima dana sudah kita interview terkait persoalan ini," ulasnya.

Menurut Kapolres, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan mengembangkan persoalan ini hingga ke pelaksanaan bangunan. Mengenai berapa total anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas, dia mengaku masih menunggu data dari Pemda.

Sementara itu, Wakil Ketua Pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas H Hammizar menegaskan, pihaknya bekerja sesuai dengan amanah. Bahkan, pihaknya juga sudah diperiksa setiap tahun oleh anggaran oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalbar.

"Setiap tahun anggaran kita diperiksa BPK dan hasilnya clear dan clean. Bahkan BPKP sesuai permintaan KPK juga telah memeriksa dan hasil pemeriksaan juga clear dan clean," paparnya.

Hammizar mengaku bahwa dirinya dan panitia lainnya bekerja melaksanakan pembangunan Masjid Al-Ikhlas sesuai amanah. Lantaran mengerjakan rumah Allah sehingga tidak mungkin melakukan penyimpangan atau semacamnya.

Oleh karena itu, Hammizar mengharapkan semua elemen masyarakat untuk mendukung dalam proses penyelesaian pembangunan dan ikut mengawasi pembangunan.

"Sampai saat ini memang tidak ada penyimpangan. Kita selalu koordinasi jika ada kerusakan dan lainnya. Kalau memang pihak kepolisian mau meminta datanya, kita persilahkan meminta kepada pihak berwenang seperti BPK," paparnya.

Sementara itu mengenai anggaran yang kini telah dipergunakan untuk pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas, Hammizar menjelaskan, sampai saat ini dari 2011 hingga 2015 total anggaran dari APBD Ketapang Rp37 miliar. Ditambah sumbangan dan dana CSR sekitar Rp13 miliar sehingga total anggaran yang telah dipergunakan sebesar Rp50 miliar.

"Tapi untuk anggaran yang kita terima tidak semuanya sekaligus, kadang ada yang Rp3 miliar dan kadang Rp4 miliar dan totalnya Rp37 miliar. Untuk tahun ini dianggarkan lagi Rp16 miliar tapi belum keluar dan belum kita terima," jelasnya.

Menurutnya, dengan total anggaran Rp50 miliar yang telah dikelola pihaknya, saat ini pembangunan Masjid Al-Ikhlas sudah berjalan sekitar 82 persen. Dengan ornamen bagian dalam bangunan masjid dapat dikatakan merupakan bangunan tercantik se-Indonesia.

"Kita berharap pembangunan masjid cepat selesai sehingga dapat segera dimanfaatkan dan menjadi kebanggan kita semua. Kita berharap pihak terkait tidak menyebar isu-isu yang tidak benar, karena kita bekerja sesuai amanah untuk membangun rumah Allah," tegasnya. (jay/yuz/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia