Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Otomotif

Industri Otomotif, Wapres: Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Jumat, 08 Apr 2016 08:52 | editor : Ilham Safutra

Ilustrasi

Ilustrasi (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai Indonesia memiliki potensi besar mengalahkan Thailand yang menjadi basis produksi kendaraan bermotor di kawasan Asia Tenggara. Syaratnya, pemerintah terus membenahi infrastruktur.

"Kita punya jumlah penduduk terbesar keempat dunia, jauh di atas Thailand. Hanya, panjang jalan yang kita miliki kalah jika dibandingkan dengan Thailand," katanya.

Kalla menyatakan, penjualan mobil sangat ditentukan kemampuan pemerintah membangun infrastruktur. Jika infrastruktur, terutama jalan, jembatan, dan pelabuhan, tidak dibangun, jalan akan macet sehingga penjualan otomotif dipastikan mandek.

"Infrastruktur juga penting untuk memperlancar distribusi penjualan kendaraan bermotor," jelas dia.

Karena pembangunan infrastruktur bergantung penerimaan pajak, Wapres meminta industri otomotif aktif mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Selain menghindari perang harga, agen pemegang merek (APM) di industri otomotif didorong meningkatkan layanan purnajual.

"Perang harga hanya akan mematikan banyak pihak. Kalau perbaikan purnajual, konsumen bakal diuntungkan dalam jangka panjang," terangnya.

Sementara itu, prinsipal otomotif optimistis tahun ini penjualan otomotif membaik seiring dengan keluarnya paket kebijakan ekonomi dan gencarnya pembangunan infrastruktur. Karena itu, PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) berani berinvestasi Rp 400 miliar.

Tahun ini Daihatsu menambah tujuh diler baru di berbagai daerah seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Setiap diler membutuhkan investasi Rp 30 miliar.

"Kami ingin lebih mendekatkan diri dengan pelanggan karena yakin tahun ini lebih baik," ujar Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso kamis (7/4).

Selain itu, Daihatsu akan meningkatkan kualitas tujuh diler lain. Saat ini tujuh diler tersebut hanya berfokus pada penjualan sehingga nanti ditambah layanan servis dan spare part. Investasi juga berkisar Rp 30 miliar.

"Kalau dirata-rata, investasi untuk penambahan diler baru maupun upgrade diler sekitar Rp 400 miliar," tandasnya. (wir/c14/noe)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia