Minggu, 23 Jul 2017
Pemilihan

Baru Dilantik, Pasangan Bupati Halmahera Timur Jadi Tersangka

Kamis, 18 Feb 2016 07:05 | editor : husain

Pasangan bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan (kiri) dan Muhdin Hi Ma'bud.

Pasangan bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan (kiri) dan Muhdin Hi Ma'bud. (M Kabir/Malut Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Rudy Erawan dan Muhdin Hi Ma'bud (Rudy-Din) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya terbukti melakukan money politics oleh penyidik Polda Maluku Utara (Malut).

Penetapan tersangka Bupati dan Wakil Bupati Haltim yang baru dilantik, Rabu (17/2) kemarin, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan. Serta hasil gelar perkara internal Ditreskrimum Polda Malut. SK penetapan tersangka nomor B/07/II/2016/Ditreskrimum, Senin (15/2).

Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar saat dikonfirmasi Malut Pos (Jawa Pos Group) membenarkan hal tersebut. Dari hasil gelar perkara ditetapkan sebanyak empat orang sebagai tersangka kasus money politics. “Masing-masing YM, TT, RE dan JN,” sebut Hendry kemarin.

Menurut Hendry, penetapan tersebut didukung dengan empat alat bukti serta barang bukti tambahan. Dia menyebutkan, alat bukti itu berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk.

"Ditambah barang bukti sejumlah uang, format laporan di panwaslu, rekaman pemeriksaan panwaslu dan SK tim kampanye paslon nomor urut 2 (Rudy-Din, red),” ungkap Hendri.

Atas perbuatan tersebut para tersangka dikenakan Pasal 149 ayat 1 KUHP. Sementara pemanggilan para tersangka akan ditentukan penyidik Krimum Polda Malut. (tr-04/jfr/hsn/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia