Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 November 2015 | 12.58 WIB

Apresiasi Program Desa Bebas Api Ala RAPP

Plt Gubernur Riau menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada pemenang desa bebas api. Ini merupakan program yang dibuat oleh PT RAPP untuk menekan jumlah titik api. - Image

Plt Gubernur Riau menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada pemenang desa bebas api. Ini merupakan program yang dibuat oleh PT RAPP untuk menekan jumlah titik api.

Jawapos.com-Untuk menekan meluasnya jumlah titik api saat musim kering, tidak hanya bisa dengan cara sosialisasi biasa. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memiliki program yang disebut Desa Bebas Api.



Terbukti program ini bisa mengajak masyarakat melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan program yang sama dapat ditiru perusahaan lain karena berhasil menekan kebakaran secara signifikan sekaligus menyentuh akar permasalahannya.



Plt Gubernur Riau Arsyajuliandi Rahman mengatakan, selama ini pihak yang memberikan bantuan terhadap pencegahan dan pemadaman kebakaran lahan dan hutan secara sukarela masih sangat sedikit, salah satunya adalah RAPP. Untuk itu, dia berharap agar semakin banyak pihak yang mengikuti langkah produsen pulp dan kertas tersebut dalam pencegahan kebakaran.



”Pencegahan model Desa Bebas Api sudah bagus. Kalau bisa jangan berkurang, tapi ditambah lagi. Yang lain kita ajak terus,” katanya di Pekanbaru, kemarin.



Presiden Direktur RAPP Tony Wenas mengatakan, sembilan desa peserta Desa Bebas Api memperlihatkan penurunan kebakaran yang sangat signifikan. Tahun depan, RAPP menargetkan akan menggandakan peserta Desa Bebas Api menjadi 18 desa dari 9 desa pada 2015.



”Program insetif sangat penting bagi pencegahan kebakaran, karena masyarakat harus mendapatkan solusi yaitu bagaimana mereka tidak kehilangan mata pencahariannya, tetapi juga ada alternatif untuk membuka lahan,” ujarnya.



Sejak 28 Juli-15 Oktober 2015, RAPP telah meluncurkan Program Desa Bebas Api. Pogram tersebut mampu menekan terjadinya kebakaran secara signifikan.



Pada acara tersebut, tiga desa yaitu, Kuala Panduk, Petodakan, dan Segamai berhak memperoleh reward Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur desa karena mampu meniadakan kebakaran.



Sementara tiga desa lainnya antara lain Pelalawan, Kuala Tolam, dan Teluk Binjai, mendapat reward Rp 50 juta karena mampu menekan kebakaran hingga kurang dari 2 hektare (ha). Sedangkan empat desa lain, yaitu Sering, Teluk Meranti, dan Pulau Muda, tidak memperoleh reward karena di wilayahnya terjadi kebakaran lebih dari 2 ha.



"Bagi saya pribadi, seluruh desa adalah pemenang karena telah berusaha maksimal menjaga daerahnya dengan optimal," kata Tony.



Dia menyatakan, RAPP telah memperpanjang Program Desa Bebas Api hingga April 2016 karena El Nino diramalkan akan berlangsung lebih lama. Pihaknya tetap menyediakan bantuan untuk pembukaan lahan dan mensiagakan tim pemadam kebakaran yang beranggotakan 600 orang.



Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Bambang Hendroyono juga mengapresiasi pihak swasta yang aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan.

”Memang sudah menjadi kewajiban perusahaan yang sudah mendapatkan izin menjaga konsesinya, melakukan perlindungan hutan,” tandasnya.



Pemerintah dan swasta, lanjut dia, memang sudah semestinya bersinergi melakukan pembinaan terus menerus kepada masyarakat. Mereka yang membersihkan lahan dengan cara membakar harus diedukasi bahwa tindakan tersebut berbahaya.(lum/afz/JPG)

Editor: afni
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore