
ilustrasi
JawaPos.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) merasa manjur test calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan Sistem Computer Assisted Test (CAT).
Metode kompetensi berbasis komputerisasi itu diyakini mampu meminimalisir praktek sogok menyogok alias Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN).
"Tentu saja, kita masih menerapkan sistem CAT untuk seleksi CPNS. Itu masih efektif," Kata Kepala Bagian Hubungan Media dan Pengaduan Masyarakat Herman, Minggu (15/11).
Ia menjelaskan, CAT mampu mempercepat proses pemeriksaan dan laporan hasil ujian, menciptakan standarisasi nasional dan mewujudkan transparansi.
"Sudah gak ada lagi sogok menyogok, karena nilai skor bisa langsung update setelah ujian selesai," ucap Herman.
Untuk daerah pinggiran yang kesulitan akses internet, Herman mengatakan pemerintah melalui BKN siap memfasilitasi pelaksanaan tes menggunakan sistem CAT tersebut.
"Selain difasilitasi, tes kompetensi dengan sistem CAT tanpa dipungut biaya sepeserpun. Hal itu meminimasir KKN," tegasnya.
Herman memastikan bahwa perbaikan pelaksanaan seleksi sistem CAT terus ditambah dan perbaiki. Salah satunya, di Provinsi Lampung akan dibangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN pada Januari 2016.
"Jadi sudah gak ada masalah lagi. Nanti khusus Lampung akan ada UPT yang bisa menjadi tempat tes CAT, sehingga tak harus tes kesini (regional VI di Cililitan, Jakarta)," jelas dia. (hyt/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022