Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2015 | 06.08 WIB

Kebijakan Menteri Anies Soal UKG Ulang Dianggap Diskriminatif

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan - Image

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan

JawaPos.com JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  (Mendikbud), Anies Baswedan yang ingin melakukan Ujian Komptensi Guru (UKG) ulang tidak efektif. Alasannya, UKG yang diberlakukan kepada seluruh guru di Tanah Air  tidak akan bisa mengambarkan kualitas guru sesungguhnya. 



"Kebijakan UKG ulang bagi seluruh guru tidak akan berjalan efektif, bahkan tidak bisa menggambarkan sepenuhnya kualitas seorang guru. Karena aspek penilainnya hanya pada pedagogik dan profesionalnya saja, sedangkan kompetensi sosial dan kepribadian tidak nilai, "  ujar Sulistiyo saat dihubungi di Jakarta, (15/10)



Selain itu, Sulistiyo menambahkan,  jika UKG  tetap dilaksanakan nantinya juga akan berjalan secara diskriminasi. Disebabkan kualitas soal UKG disamakan antara guru honorer dan guru PNS. 



"Guru-guru honorer yang penghasilannya pas-pasan, tidak bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas keprofesiannya," tandasnya. (had/jpg)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore