Jumat, 18 Aug 2017
Pemilihan

Pengamanan Pilkada, Malut dan Papua Minta Tambahan Personel

Selasa, 22 Sep 2015 10:49 | editor : arwan

Pengamanan Pilkada, Malut dan Papua Minta Tambahan Personel

Pengamanan Pilkada, Malut dan Papua Minta Tambahan Personel (Dokumen JawaPos.com)

Jawapos.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak memang baru dilakukan 9 Desember 2015. Akan tetapi Polri sudah mengambil sejumlah langkah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengamanan menjadi fokus dengan menyesuaikan keadaan wilayah masing-masing. Asisten Operasi Polri Irjen Pol Unggung Cahyono mengatakan, sejauh ini sejumlah Polda meminta bantuan personel sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Pengamanan juga masih difokuskan terhadap massa kampanye," katanya saat selesai menggelar Seminar Pengamanan Pilkada Serentak di gedung PTIK Mabes Polri tadi (21/9).

Hingga saat ini menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu, baru ada dua Polda yang meminta penambahan personel karena tingkat ancaman sangat tinggi.

"Yakni Polda Maluku Utara dan Papua Barat," sambung alumnus akademi kepolisian tahun 1985 itu.

Selain itu Polri juga memiliki metode baru dalam melakukan pengamanan, sebelumnya hanya di TPS (Tempat Pemungutan Suara), tahun ini Polri juga akan menempatkan anggotanya di PPS (Panitia Pemungutan Suara).

"Ini mengantisipasi adannya ketegangan ketika dilakukan pemungutan," tukasnya. (elf/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia