Jumat, 18 Aug 2017
Infotainment

Makna Tangis dari Asty Ananta

Selasa, 22 Sep 2015 10:24 | editor : arwan

Asty Ananta

Asty Ananta (JawaPos.com)

JawaPos.com - Hidup tidak hanya untuk diri sendiri. Hidup akan lebih bermakna jika bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. Asty Ananta, 31, menyebutnya sebagai hidup indah.

Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 19 Juni 1984, itu berusaha membuat hidupnya lebih indah dengan peduli terhadap sesama. Sudah sekitar tujuh tahun ini dia menjadi relawan di Yayasan Pita Kuning yang ditujukan untuk anak-anak penderita kanker.

Dia juga dipercaya sebagai leader InfiniCare Foundation untuk membantu keluarga miskin yang mengalami masalah kesehatan. Bagi Asty, manfaat berbagi bukan hanya dirasakan si penerima bantuan. Tetapi, juga si pemberi.

"Perasaan bahagia bisa berbagi. Mengingatkan saya untuk bersyukur," ucap perempuan yang dikenal sebagai presenter dan pemain sinetron itu.

Momen tersebut dirasakannya sangat indah. Misalnya, tampak ketika rambutnya dipangkas pendek di acara Shave for Hope dua pekan lalu. Asty menangis. Bukan lantaran kehilangan rambut panjangnya, melainkan terharu bisa ikut berpartisipasi membantu sesama.

Hidup Asty makin indah dengan banyaknya cinta dari keluarga dan sahabat. "Dikelilingi orang-orang yang mencintai saya dengan tulus, itu nikmat luar biasa," ucap perempuan murah senyum yang masih melajang tersebut. (nor/c10/sof)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia