Jumat, 18 Aug 2017
JPG Today

Titik Api Kepung Taman Nasional, Helikopter Bom Air Mulai Operasi

Selasa, 22 Sep 2015 03:00 | editor : ronald

Helikopter berupaya memadamkan api.

Helikopter berupaya memadamkan api. (Helmi/Kalteng Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com--Helikopter bom air, bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai beroperasi, Senin (21/9). Operasi pertama dilakukan di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kobar, yang dikepung titik api. 

”Di TNTP sudah dikepung api, makanya bergerak ke sana dulu, kemudian menyisir wilayah Kumai ke daerah pesisir. Setelah itu baru ke Kecamatan Arut Selatan dan wilayah lainnya. Setelah di Kobar, baru ke Kotawaringin Timur (Kotim),” kata Komandan Lanud Iskandar Letkol PNB Jhonson Henrico Simatupang. 

Menurutnya, selain melakukan pemboman air, dalam menanggulangi api, satgas udara penanganan bencana kebakaran lahan dan hutan juga berkoordinasi dengan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Manggala Agni (Galag) Banjarmasin. 

Kegiatan-kegatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap ini akan terus dilaksanakan sampai ada perintah pencabutan operasi oleh pemerintah.

”Harapan kita, bom air ini efektif memadamkan api sebagai biang asap. Dalam sekali angkut mampu membawa air dua ton,” kata Jhonson. (Baca: Ratusan Hektare Areal Hutan Taman Nasional Terbakar)

Kepala Balai TNTP, Heru Raharjo membenarkan banyaknya titik api di TNTP. Api muncul berasal dari luar kawasan yang bersentuhan dengan masyarakat. TNTP merupakan wilayah konservasi yang di dalamnya terdapat beragam satwa dilindungi, termasuk orangutan.

Kepala SPTN III wilayah Kumai, Insan Kamil menyebutkan, kebakaran setidaknya melalap 100 hektare hutan di lokasi TNTP di Sungai Buluh Besar, Desa Teluk Pulai, Kecamatan Kumai. Sedangkan total areal TNTP mencapai 415,050 hektare.

“Situasi sampai saat ini untuk api di TNTP sudah padam, dan ada empat atau lima titik api yang kita sudah padamkan,” ujarnya. (sam/sla/ign/ari/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia