Jumat, 18 Aug 2017
JPG Today

Oknum TNI Tembak Warga karena Kurang Pengawasan Pimpinan

Selasa, 22 Sep 2015 09:30 | editor : husain

JawaPos.com - Pascainsiden penembakan yang menewaskan Rendy (23), oknum prajurit Denpom 1/5 Medan Kopda Usman masih terus diperiksa. Pengamat Hukum, Nuriyono menilai, karena kurangnya pengawasan pimpinan terhadap anggotanya.  

"Bukan semata-mata karena kesalahan oknumnya. Melainkan karena kesalahan atasan atau pimpinannya. Pimpinan tersebut tidaklah melakukan pengawasan terhadap anggotanya, baik pengawasan disiplin hingga pengawasan dari sisi kejiwaannya," terangnya.

Untuk itu menurutnya, pimpinan TNI harus melakukan evaluasi terhadap kinerja anggotanya. Terutama terkait psikologi prajurit.
 
“Apalagi jika anggota tersebut memegang inventaris seperti senjata api. Itu kan seharusnya ada tes fisik dan kejiwaannya, misalnya 4-5 bulan sekali,” jelas Nuriyono kepada Pos Metro Medan (Jawa Pos Group).

Nuriyono juga mempertanyakan keberadaan aparat di lokasi hiburan malam. Terlebih belakangan, banyak pengusaha hiburan yang menggunakan jasa aparat untuk membekingi usahanya.

"Kalaupun di lokasi untuk refreshing kita bilang, tapi kenapa membawa senjata api. Itu senjata kalau dipegang oleh orang yang salah maka timbulah bencana,” tuturnya.

Nuriyono meminta, dalam kasus ini para unsur pimpinan TNI jangan membela anggotanya yang bersalah. “Tindak tegas tanpa ampun. Karena ini contoh efek jera, kalau penegasannya setengah-setengah, maka bisa dipastikan kejadian serupa akan terulang kembali," ungkapnya. (bay/ala/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia