Jumat, 18 Aug 2017
Hukum & Kriminal

Bawaslu Harapkan Polri Lebih Serius Tangani Politik Uang di Pilkada

Senin, 21 Sep 2015 22:35 | editor : ayatollah

Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak.

Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak. (Foto: dokumen JPNN.Com)

JawaPos.Com - Salah satu tindak pidana yang marak terjadi saat pesta demokrasi adalah politik uang atau money politics. Ini biasanya dilakukan oleh para calon kepala daerah untuk melancarkan jalannya agar bisa memenangi pilkada.

Hal itu pula yang menjadi perhatian serius Bawaslu. Lembaga penyelenggara pemilu itu meminta Polri agar bisa lebih peka dengan isu money politics.

"Inikan yang banyak dil apangan adalah Polri. Jadi harus lebih tahu untuk hal itu," ujar Nelson Simanjuntak, salah satu komisioner Bawaslu saat mengikuti Seminar Pengamanan Pilkada Serentak di PTIK Mabes Polri, Senin (21/9).

Nelson menambahkan, money politics ibarat angin. ”Dia terasa namun tidak terlihat. Masyarakat juga tidak ada yang mau mengaku," ucapnya.

Karenanya, tuga kepolisian adalah mengusut politik uang. Karena polisi berada di lapangan, katanya, polisi juga bisa melakukan pencegahan.  

Namun, proses hukum kasus politik uang tetap menjadi ranah Polri” “Ini kan masuk pidana, tindak pidana umum," tuturnya.(elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia