Jumat, 18 Aug 2017
Humaniora

Bila Serius, Tahun Depan Biaya Haji Gunakan Rupiah

Senin, 21 Sep 2015 12:46 | editor : idham

ilustrasi

ilustrasi

JawaPos.com- Bank Indonesia ingin menjalin kemitraan kuat dengan Kementerian Agama Indonesia. Salah satu perhatian bank sentral Indonesia adalah mata uang rupiah akan dijadikan alat pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

“Kemenag prinsipnya mendukung pembayaran biaya haji dengan rupiah,” kata Hernowo Koentoadji, Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI pada acara workshop dengan wartawan koordinatoriat Kementerian Agama 19-20 September di Bandung.

Kata Hernowo, menggunakan rupiah sebagai alat transaksi akan mendorong kestabilitan nilai tukar rupiah di dalam negeri.  

Hanya sayang, lanjut dia, BI masih menilai masih banyak transaksi di dalam negeri yang menggunakan mata uang asing.

 “Sosialisasikan dulu kepada Kemenag, dalam level teknis kita baru dapat penjelasan bagaimana setoran haji,” jelas Hernowo seperti dikutip dari situs Kemenag.go.id, Senin (21/9)

BI sendiri lanjut Hernowo, sudah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI.

PBI No.17/3/PBI/2015 ini merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang,

Peraturan tersebut berlaku mulai 1 April 2015 namun ada penyesuaian atau masa transisi untuk transaksi non tunai sampai 30 Juni untuk menyelesaikan perjanjian jika sudah disusun dalam valuta asing. Sementara itu, perjanjian tertulis yang dibuat sebelum tanggal 1 Juli 2015 tetap berlaku sampai berakhirnya perjanjian tertulis tersebut.

Yang tak menggunakan rupiah dalam bertransaksi dalam wilayah Indonesia ada sanksi ancaman pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp200 juta sesuai Pasal 33 ayat (1) dan(2) UU Mata Uang.(ham/jpg)

Nah khusus penyelenggara haji  swasta, Hernowo mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan organisasi seperti Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri). “Asosiasi tidak keberatan menggunakan rupiah,” ucapnya.

Kepala Tim Media BI Dedi Irianto merasa yakin bahwa PBI ini akan dapat diimplementasikan dengan baik. Tentu melihat sekarang sudah berjalan dengan baik, maka aturan ini diharapkan akan berkontribusi positif terhadap stabilitas makro ekonomi, khususnya dari sisi nilai tukar rupiah. “Karena ini terkait dengan harga diri bangsa ini,” ujar pria kelahiran Padang.(ham/jpg)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia